Dinilai Bebani Mitra, Ratusan Driver Ojol Segel Kantor Maxim hingga Empat Tuntutan Dipenuhi

GOWA, LINGKARNEWS CO.ID — Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Koalisi Ojol Nasional menyegel kantor Maxim Cabang Makassar di Perumahan Citraland Celebes, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (20/10/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan perusahaan yang dinilai memberatkan mitra pengemudi.

Penyegelan kantor tersebut merupakan buntut dari empat tuntutan pengemudi yang disebut belum dipenuhi manajemen Maxim, meski aspirasi itu telah disampaikan sejak 8 Oktober 2026.

Ketua DPD Koalisi Ojol Nasional Wilayah Sulawesi Selatan, Rizal Haq, mengatakan penyegelan dilakukan karena pihak manajemen belum memberikan penyelesaian atas tuntutan para mitra pengemudi.

“Kami membawa aspirasi teman-teman. Dari empat tuntutan itu, kenapa sampai terjadi aksi penyegelan? Karena teman-teman manajemen Maxim Cabang Makassar tidak memenuhi apa yang menjadi tuntutan kami,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Berdasarkan spanduk berisi empat tuntutan pada bangunan kantor Maxim yang berlantai dua.

Sebelum penyegelan berlangsung, pihak perusahaan memulangkan seluruh karyawannya. Sementara itu, aparat kepolisian terlihat berjaga ketat di sekitar lokasi untuk mengamankan jalannya aksi.

Empat Tuntutan Driver Maxim

Rizal menjelaskan, tuntutan pertama adalah penghapusan program Fokus atau sistem shift berbayar yang dinilai memberatkan mitra pengemudi.

Tuntutan kedua berkaitan dengan iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp10 ribu per bulan. Para pengemudi mempertanyakan manfaat perlindungan yang mereka terima meskipun iuran tersebut, menurut mereka, telah dibayarkan.

Rizal mengklaim persoalan itu telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa kejelasan mengenai layanan yang diperoleh mitra pengemudi.

“Sudah lama, Pak. Sudah bertahun-tahun dan tidak ada layanan yang didapatkan oleh teman-teman,” ujarnya.

Tuntutan ketiga menyangkut biaya platform atau potongan aplikasi yang disebut para pengemudi melebihi 8 persen. Mereka menilai besaran potongan tersebut semakin membebani pendapatan mitra.

“Yang ketiga adalah platform fee. Fee platform adalah potongan terhadap aplikasi yang di atas dari 8 persen yang kami anggap mencekik,” jelas Rizal.

Adapun tuntutan keempat adalah penghentian sementara pendaftaran mitra pengemudi baru Maxim.

Menurut Rizal, perusahaan masih membuka pendaftaran pengemudi baru di tengah kondisi jumlah pesanan yang dinilai semakin sulit diperoleh oleh mitra aktif.

Ia menilai manajemen Maxim Makassar perlu mempertimbangkan keseimbangan antara jumlah pengemudi dan ketersediaan pesanan sebelum kembali membuka pendaftaran mitra baru.

Sembilan Komunitas Bergabung dalam Aksi

Rizal mengatakan aksi penyegelan tersebut merupakan kelanjutan dari penyampaian aspirasi yang telah dilakukan sejak 8 Oktober 2026.

Sebanyak sembilan komunitas pengemudi ojol bergabung dalam aksi kali ini untuk mendesak perusahaan memberikan kepastian atas empat tuntutan yang disampaikan.

Koalisi Ojol Nasional menegaskan penyegelan kantor Maxim akan terus dilakukan hingga manajemen memenuhi tuntutan para pengemudi.

“Sampai tuntutan kami dipenuhi,” tegas Rizal saat ditanya mengenai batas waktu penyegelan kantor.

Hingga aksi berlangsung, menurut pihak koalisi, empat tuntutan tersebut belum memperoleh penyelesaian dari manajemen Maxim Cabang Makassar.

Belum terdapat keterangan dari pihak manajemen Maxim Cabang Makassar dalam naskah ini terkait tuntutan para pengemudi tersebut.(*)

Leave a Reply