MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID — DPP Partai Golkar optimistis kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) di DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mampu meningkatkan perolehan kursi DPR RI pada Pemilu 2029.
Di bawah komando IAS, Golkar Sulsel menargetkan tambahan dua kursi DPR RI atau peningkatan sekitar 50 persen dari perolehan saat ini.
Keyakinan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk wilayah Indonesia Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam Rapat Koordinasi Teknis Pemilu dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemenangan Pemilu Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia Tahun Anggaran 2026 di Hotel Claro, Makassar, Jumat, 16 Oktober 2026.
Dalam sesi Rapat Koordinasi Teknis Pemenangan Pemilu Indonesia Timur, Melki membawakan materi tentang rencana strategis pemenangan pemilu legislatif 2029. Ia menegaskan, kepemimpinan IAS membawa semangat baru bagi Golkar Sulsel dan menjadi modal penting untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
“Untuk Sulsel, saya yakin bisa tambah dua kursi dan mencapai target 50 persen. Itu karena ada semangat baru bernama Aco (sapaan IAS) yang sudah kenyang pengalaman politik. Apalagi kalau berkolaborasi dengan Pak Nurdin Halid dan Taufan Pawe,” kata Melki.
Saat ini, Partai Golkar memiliki empat anggota DPR RI dari Sulawesi Selatan yang tersebar di tiga daerah pemilihan (dapil). Rinciannya, satu kursi dari Dapil Sulsel I, dua kursi dari Dapil Sulsel II, dan satu kursi dari Dapil Sulsel III.
Melki yang juga menjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mengungkapkan kekagumannya terhadap banyaknya tokoh politik senior Golkar di Sulsel.
Ia bercerita pernah mendapat peluang untuk ditugaskan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menjadi pelaksana tugas (Plt) setelah masa jabatan Taufan Pawe berakhir. Namun, ia memilih menolak penugasan tersebut secara halus dan menyarankan agar tugas itu diberikan kepada Muhidin Mohamad Said yang berasal dari Sulsel.
Menurut Melki, Sulsel memiliki banyak tokoh politik senior dengan pengalaman dan kapasitas yang mumpuni.
“Sulsel itu tokoh politiknya ngeri,” ujarnya berseloroh.
Mantan anggota DPR RI tersebut juga menyinggung posisi Sulsel sebagai salah satu basis suara penting Partai Golkar, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Ia mengungkapkan, peningkatan suara Golkar di Sulsel pada masa lalu kerap diikuti kenaikan suara di daerah lain di Indonesia Timur. Sebaliknya, ketika suara Golkar di Sulsel melemah, kondisi serupa juga dapat terjadi di wilayah lainnya.
Karena itu, Sulsel dinilai menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan Golkar dalam mempertahankan dan meningkatkan dukungan pemilih di kawasan Indonesia Timur.
Melki optimistis target penambahan kursi DPR RI dapat dicapai melalui kolaborasi kepengurusan Golkar Sulsel di bawah IAS dengan para tokoh senior, termasuk Nurdin Halid dan Taufan Pawe.
“Jadi, dengan kolaborasi pengurus saat ini dengan Nurdin Halid, Taufan Pawe, dan tokoh lainnya, target 50 persen tambahan kursi ini bisa,” tandasnya.(*)

Leave a Reply