MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID — Video dugaan pengeroyokan di kawasan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Dalam peristiwa tersebut, seorang pria bernama Nando mengalami patah rahang dan sejumlah luka serius hingga harus menjalani perawatan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.
Dalam rekaman video yang beredar, terdengar suara seorang pria melontarkan tuduhan kepada korban.
“Bukan kau yang menyerang di Kapasa,” demikian suara pria dalam video tersebut.
Anggota DPRD PPP Kabupaten Mamasa, Reskianto Taulabi Kia, mengatakan salah seorang anggota keluarganya menjadi korban dalam insiden tersebut. Ia mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus itu dan mengungkap para pelaku.
“Salah seorang keluarga kami menjadi korban pengeroyokan di daerah Sudiang,” kata Reskianto melalui keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa itu bermula saat Nando dalam perjalanan pulang setelah menjemput barang di kawasan KIMA dari Batangase pada tengah malam. Ia bersama rekannya disebut hendak mengirimkan barang ke Kabupaten Bulukumba.
Namun, saat melintas di dekat lampu merah Sudiang, tepatnya di depan SDN Pai, mereka diduga dicegat sekelompok pemuda yang menuduh keduanya sebagai anggota geng motor.
“Di dekat lampu merah Sudiang (depan SDN Pai), mereka dicegat oleh sekelompok pemuda yang salah sasaran dan menuduh mereka sebagai geng motor,” ujar Reskianto.
Menurut keterangan Reskianto, Nando menjadi korban penganiayaan dalam insiden tersebut. Rekannya juga disebut mengalami kekerasan saat berusaha menyelamatkan diri.
“Meski rekan yang mengendarai motor sempat menyelamatkan diri, tertangkap terkena busur di bagian dada, diseret ke dalam lorong dan dihantam balok kayu secara bertubi-tubi hingga tak sadarkan diri,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, Nando mengalami patah rahang dan luka serius. Ia kemudian dilarikan ke RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo untuk mendapatkan penanganan medis.
Keluarga berharap kepolisian segera menyelidiki kasus tersebut, mengidentifikasi seluruh pelaku, dan memproses mereka sesuai hukum yang berlaku.
“Kami meminta kepada APH untuk mengusut tuntas para pelaku pengeroyokan,” tegas Reskianto.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian yang dikonfirmasi belum memberikan keterangan terkait dugaan pengeroyokan tersebut.(*)

Leave a Reply