Remaja Tewas Diduga Tertembak Saat Perang Antarkelompok, 7 Polisi Diperiksa Propam

MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID — Propam Polda Sulawesi Selatan memeriksa tujuh anggota polisi yang bertugas saat pembubaran tawuran antarkelompok warga Kandea dan Bunga Eja, Kota Makassar. Pemeriksaan itu dilakukan menyusul tewasnya Rafli Ramadhani alias Pingky (19) dalam insiden tersebut.

Rafli meninggal dunia setelah diduga terkena peluru senjata api ketika polisi melakukan pembubaran tawuran.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, pemeriksaan terhadap tujuh personel dilakukan untuk mendalami pelaksanaan tugas kepolisian saat pembubaran tawuran berlangsung.

“Jadi sampai saat ini, Polda Sulawesi Selatan khusus dari Propam sudah melakukan pemeriksaan terhadap 7 anggota yang saat itu melaksanakan tugas,” kata Didik, Senin (28/9/2026).

Selain personel kepolisian, Propam juga akan meminta keterangan dari warga yang berada di lokasi dan mengetahui maupun melihat langsung peristiwa tersebut.

“Kemudian juga rencananya akan memanggil beberapa masyarakat yang saat itu mengetahui atau melihat kejadian tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, hasil autopsi terhadap jenazah Rafli telah diketahui. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan luka pada bagian punggung sebelah kiri, tepatnya di sekitar rusuk ketiga.

“Kemudian dari hasil otopsi kemarin sudah dipastikan, dari hasil itu diketahui ada luka di bagian punggung di sebelah kiri, ada di rusuk ketiga kalau tidak salah itu,” jelasnya.

Didik menjelaskan, luka tersebut kemudian mengarah ke bagian kanan hingga pundak. Luka itu disebut menjadi penyebab kematian Rafli.

“Kemudian mengarah ke sebelah kanan sampai ke pundak dan itulah sebab kematian dari saudara Rafly,” katanya.

Meski penyelidikan terkait kematian Rafli berlangsung, polisi tetap melanjutkan proses hukum terhadap kasus lain yang terjadi dalam rangkaian tawuran, termasuk pengerusakan pos mitigasi.

“Proses hukum tetap dilaksanakan tetapi proses pengerusakan dari pos mitigasi juga tetap kita laksanakan jadi semuanya jalan,” tegas Didik.

Didik juga membenarkan bahwa Rafli merupakan salah satu peserta tawuran. Korban disebut berada bersama sejumlah orang lainnya dalam kelompok yang terlibat bentrokan.

“Yah mereka peserta tawuran, semua ikut tawuran di situ,” pungkasnya.(*)

Leave a Reply