MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulawesi Selatan, Esra Lamban, mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalihkan anggaran yang dinilai belum mendesak untuk menyelamatkan produksi petani. Hal tersebut disampaikan Fauzi dalam Ekspose Rancangan Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026.
Esra menyoroti rencana pembebasan lahan untuk kebutuhan irigasi. Menurutnya, jika pembebasan lahan tersebut belum terlalu mendesak dan masih memungkinkan ditunda, anggarannya lebih baik dialihkan untuk kebutuhan petani.
“Kalau memang ini belum terlalu urgent dan masih bisa dibatalkan atau ditunda, pembebasan tanah untuk irigasi saya pikir tidak terlalu penting lagi. Mengingat cuaca yang ekstrem, pengairan yang ada sekarang saja sudah tidak ada air,” ujar Esra.
Ia menilai kondisi cuaca ekstrem dan minimnya ketersediaan air harus menjadi perhatian utama pemerintah. Apalagi, kebutuhan petani di lapangan dinilai lebih mendesak untuk memastikan produksi pertanian tetap berjalan.
“Petani yang mendesak saat ini yang di butuhkan air hadirkan pompa,” tegasnya.
Esra juga mengungkapkan hasil reses terkait irigasi yang menjadi kewenangan provinsi di Bunga Didi dan Paresan. Menurutnya, irigasi tersebut telah dikerjakan, namun tidak memberikan manfaat optimal bagi persawahan karena kawasan tersebut telah beralih menjadi perkebunan sawit.
“Nah, itu kan dana itu bisa dialihkan kembali, kalau memang masih memungkinkan untuk ditarik,” katanya.
Esra meminta Pemprov Sulsel tidak hanya berfokus pada program yang belum mendesak, tetapi lebih memprioritaskan kebutuhan masyarakat yang berdampak langsung terhadap perekonomian.
Ia berharap anggaran yang masih memungkinkan untuk dialihkan dapat digunakan membantu petani agar mampu mempertahankan produksi dan mencapai hasil panen pada November mendatang.
“Bagaimana caranya supaya petani kita ini bisa berhasil panen di bulan sebelas. Kalau masih bisa kita balik kiri dulu untuk memikirkan petani kita, saya pikir lebih bagus kita pikirkan petani kita,” tegasnya.(*)

Leave a Reply