WAJO, LINGKARNEWS CO.ID – Dukungan terhadap kegiatan kepemudaan kembali ditunjukkan dua politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Sufriadi Arif dan Anggota DPRD Kabupaten Wajo Andi Yusri.
Keduanya hadir langsung menyaksikan partai final sepak bola antar desa dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kecamatan Takkalalla Tahun 2026, yang mempertemukan Desa Peneki versus Desa Botto di Lapangan Topanri, Desa Peneki, Kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo, Sabtu (8/8/2026).
Kehadiran Sufriadi Arif di tengah lapangan bukan sekadar memenuhi undangan. Politisi PPP tersebut memang dikenal konsisten memberikan perhatian terhadap aktivitas olahraga dan kepemudaan, khususnya di wilayah Kabupaten Wajo.
Bagi Sufriadi, sepak bola desa memiliki arti lebih besar dari sekedar pertandingan. Lapangan menjadi ruang bagi anak muda untuk membangun sportivitas, disiplin, solidaritas sekaligus menyalurkan energi mereka ke kegiatan yang positif.
“Anak-anak muda harus terus kita dukung. Kegiatan seperti ini bukan hanya soal sepak bola, tetapi bagaimana kita membangun kebersamaan, sportivitas dan semangat berprestasi,” ujar Sufriadi.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Sufriadi memberikan bantuan Rp5 juta untuk mendukung pelaksanaan turnamen. Ia bahkan menyiapkan bonus Rp500 ribu untuk setiap gol yang tercipta dalam laga final.
Kebijakan tersebut membuat pertandingan semakin semarak. Setiap gol yang tercipta bukan hanya menentukan jalannya pertandingan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi langsung terhadap perjuangan para pemain di lapangan.
Menurut Sufriadi, pemerintah dan wakil rakyat harus mampu menciptakan ruang yang sehat bagi generasi muda. Ia menilai semakin banyak kegiatan positif yang tersedia, semakin besar pula peluang anak muda mengembangkan potensi sekaligus terhindar dari aktivitas yang tidak produktif.
“Kalau ada kegiatan pemuda yang positif seperti ini, kita harus hadir dan memberikan support. Mereka butuh ruang untuk berkreasi, berkompetisi dan menunjukkan kemampuan,” tegasnya.
Sementara itu, kehadiran Andi Yusri turut memperlihatkan perhatian politikus PPP terhadap pengembangan olahraga dan kepemudaan di tingkat akar rumput.
Sebagai Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Andi Yusri ikut menyaksikan langsung pertandingan final bersama Sufriadi Arif. Kehadiran dua legislator dari PPP tersebut memberi pesan bahwa perhatian terhadap pemuda tidak boleh berhenti pada agenda formal pemerintahan, tetapi harus hadir langsung di tengah aktivitas masyarakat.
Bagi keduanya, kegiatan olahraga desa merupakan bagian dari investasi sosial. Dari lapangan-lapangan sederhana di desa, potensi atlet dapat tumbuh, persaudaraan antar masyarakat terbangun dan karakter generasi muda dapat ditempa.
Final tersebut juga dihadiri Kapolsek Takkalalla, Danramil Takkalalla, Camat Takkalalla serta para kepala desa se-Kecamatan Takkalalla.
Kehadiran Sufriadi Arif dan Andi Yusri di tengah masyarakat sekaligus mempertegas karakter politik yang ingin dibangun PPP di daerah: tidak hanya hadir dalam ruang-ruang politik dan pemerintahan, tetapi juga turun langsung mendampingi aktivitas masyarakat, khususnya generasi muda.
Di tengah keterbatasan fasilitas olahraga di tingkat desa, dukungan dari wakil rakyat menjadi penting. Sebab, pembinaan pemuda tidak cukup hanya dengan ajakan, tetapi membutuhkan kehadiran, perhatian dan dukungan nyata.
Sufriadi Arif dan Andi Yusri menunjukkan bahwa lapangan sepak bola juga merupakan ruang pengabdian. Dari tempat sederhana seperti Lapangan Topanri, dukungan terhadap pemuda dapat dimulai dan menjadi bagian dari upaya melahirkan generasi Wajo yang sehat, tangguh, sportif dan berprestasi.(*)

Leave a Reply