Mayoritas Aspirasi Reses Soal Pertanian, Muhtadin Dorong Jalan Tani Masuk Program Multiyears

PINRANG, LINGKARNEWS CO.ID – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Demokrat, Muhtadin, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses Masa Persidangan III Tahun 2025/2026 yang berlangsung pada 22–29 Juli 2026 di Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Mayoritas aspirasi yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan sektor pertanian. Petani mengeluhkan dampak musim kemarau yang menyebabkan pasokan air ke areal persawahan berkurang, terutama di sejumlah wilayah di Kabupaten Pinrang yang tidak lagi terjangkau aliran irigasi dari Bendungan Benteng.

Muhtadin mengatakan, kebutuhan pompanisasi menjadi usulan yang paling banyak disampaikan masyarakat. Bantuan pompa air dinilai sangat dibutuhkan agar air dapat dialirkan ke lahan pertanian yang mengalami kekeringan.

“Permintaan yang paling banyak masuk dari petani adalah bantuan pompa air. Ada beberapa hektare sawah yang terdampak musim kemarau karena aliran irigasi dari Bendungan Benteng tidak sampai ke lahan mereka, sehingga harus menggunakan sistem pompanisasi,” ujar Muhtadin.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Sulsel Hadiri Gebyar Pendapatan 2026, Ajak Masyarakat Taat Pajak

Selain bantuan pompa, masyarakat juga mengusulkan perbaikan jaringan irigasi, pembangunan jalan tani, serta peningkatan infrastruktur pertanian lainnya. Menurut Muhtadin, seluruh aspirasi tersebut akan dibawa dan diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD Sulawesi Selatan.

Ia menegaskan, Pinrang dan Sidrap merupakan daerah penyangga pangan nasional sehingga kebutuhan infrastruktur pertanian harus menjadi perhatian serius pemerintah untuk menjaga produktivitas pertanian.

Di sisi lain, Muhtadin mengungkapkan seluruh ruas jalan provinsi di Kabupaten Pinrang telah diusulkan masuk dalam program multiyears yang dibiayai APBD Provinsi Sulawesi Selatan. Ia juga mendukung usulan agar pada program multiyears tahun 2027 pemerintah turut mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan tani melalui Dinas Pertanian.

Menurutnya, usulan tersebut sangat relevan karena sebagian besar jalan provinsi telah masuk dalam skema multiyears, sementara akses menuju lahan pertanian juga membutuhkan perhatian yang sama.

BACA JUGA:  Komite Adat Geruduk DPRD Sulsel, Tagih Pansus Hak Angket Kasus GMTD

“Kalau jalan provinsi hampir seluruhnya sudah masuk dalam program multiyears. Ke depan akan lebih baik jika jalan-jalan tani juga dapat dianggarkan melalui skema yang sama, apalagi Pinrang dan Sidrap merupakan daerah penyangga pangan nasional. Infrastruktur pertanian harus diperkuat agar produksi pangan tetap terjaga,” katanya.

Reses yang berlangsung pada 22–29 Juli 2026 tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan di daerah, khususnya sektor pertanian yang menjadi penopang ketahanan pangan Sulawesi Selatan.

Ia menegaskan seluruh aspirasi yang diterima akan dikawal agar dapat direalisasikan melalui program pembangunan pemerintah provinsi dan akan disampaikan pada paripurna hasil reses yang akan disampaikan oleh fraksi masing-masing.

Leave a Reply