Reses Yeni Rahman, Kampung Warna-warni di Sengkabatu Diminta Dibangun Bersamaan dengan Penanganan Sampah

MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID– Anggota Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, Yeni Rahman, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses di Kampung Sengkabatu jln teuku umar Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Warga menyampaikan sejumlah persoalan yang hingga kini masih menjadi kebutuhan mendesak, mulai dari penanganan sampah, akses pendidikan, hingga krisis air bersih.

Salah seorang warga RT 3 RW 5 Kampung Sengkabatu mengungkapkan, kawasan bantaran Sungai Tallo kerap dipenuhi sampah kiriman saat air pasang. Ketika air surut, sampah tertinggal dan mencemari lingkungan permukiman.

“Kalau air pasang pasti ada sampah kiriman, lalu saat surut sampahnya tertinggal. Kami berharap ada penyanggah atau sekat dari besi agar sampah tidak terus masuk ke permukiman,” ujarnya.

Selain persoalan sampah, warga juga mengeluhkan belum tersedianya sekolah tingkat SMP dan SMA di wilayah tersebut. Kondisi itu dinilai menyulitkan anak-anak untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih dekat.

Warga juga meminta perhatian terhadap kebutuhan air bersih. Menurut mereka, masyarakat Sengkabatu sudah lama kesulitan mendapatkan air PDAM dan bahkan harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Air bersih di sini sangat susah. Air PDAM terakhir kami rasakan sekitar tahun 2013. Kalau bisa kami mohon dibuatkan sumur bor,” kata warga.

Menanggapi aspirasi tersebut, Yeni Rahman memastikan seluruh usulan masyarakat akan diteruskan kepada pemerintah terkait agar mendapat perhatian dan tindak lanjut.

Dalam reses itu, Yeni juga mengapresiasi rencana penataan Kampung Sengkabatu sebagai Kampung Warna-warni. Namun, ia menegaskan program tersebut harus diawali dengan penyelesaian persoalan sampah agar penataan kawasan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita mengapresiasi kawasan ini akan menjadi Kampung Warna-warni. Tetapi jangan sampai hanya cantik dari sisi warnanya, sementara persoalan sampah di bantaran sungai masih belum selesai. Yang paling utama adalah membersihkan sampah di kanal dan sekitar permukiman terlebih dahulu, baru kemudian dilakukan penataan kawasan,” ujar Yeni.

Menurutnya, penanganan sampah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak karena sebagian permukiman berada di atas perairan sehingga proses pembersihan tidak bisa dilakukan sendiri.

Selain mempercantik kawasan, Yeni berharap Kampung Warna-warni nantinya dilengkapi ruang-ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti pojok baca dan spot kreatif bagi generasi muda.

“Kita ingin kawasan ini tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menjadi ruang yang hidup bagi masyarakat. Pemandangan Sungai Tallo sangat potensial dijadikan daya tarik jika lingkungannya bersih dan tertata,” katanya.

Yeni menegaskan aspirasi masyarakat terkait penanganan sampah, penyediaan air bersih, akses pendidikan, hingga penataan Kampung Warna-warni akan terus dikawal agar dapat direalisasikan secara bertahap demi meningkatkan kualitas hidup warga Sengkabatu.(*)

Leave a Reply