Sosialisasi BPIP di Jeneponto, Anggota DPR RI Meity Rahmatia Perkuat Pemahaman Ideologi Pancasila

JENEPONTO, LINGKARNEWS CO.ID– Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Komisi XIII, Dr. Hj. Meity Rahmatia, bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar Sosialisasi Gerakan Kebajikan Pancasila di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (20/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sipitangarri, Jalan Lanto Daeng Pasewang, tersebut diikuti lebih dari 300 Relawan Kebajikan Pancasila yang terdiri atas tokoh agama, tokoh budaya, serta perwakilan masyarakat dari seluruh kecamatan di Kabupaten Jeneponto dan sebagian Kabupaten Bantaeng.

Dalam sambutannya, Meity mengatakan kegiatan ini bertujuan menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat, khususnya generasi muda, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi. Menurutnya, Pancasila sebagai dasar negara tetap memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan sosial, budaya, dan agama masyarakat.

Nilai-nilai Pancasila juga sejalan dengan ajaran Islam sehingga dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga persatuan, saling menghormati, dan tidak mudah terpecah belah.

BACA JUGA:  Dirjen Keuda Kemendagri Minta APBD Makassar Fokus Biayai Program Prioritas

“Di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi, generasi kita semakin menjauh dari nilai-nilai Pancasila. Dengan kegiatan ini, saya berharap seluruh peserta bisa kembali menghayati ideologi bangsa dan negara kita,” ujar Meity.

Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama BPIP, Dr. Elfrida Herawati Siregar, hadir membuka acara sekaligus menjadi narasumber bersama Dr. Hj. Meity Rahmatia dan akademisi Jeneponto, Sampara Halik.

Usai kegiatan, Dr. Hj. Meity Rahmatia bersama Dr. Elfrida Herawati Siregar berfoto bersama para narasumber sebagai penutup rangkaian Sosialisasi Gerakan Kebajikan Pancasila.

Dalam pemaparannya, Elfrida mengapresiasi budaya masyarakat Jeneponto yang ditampilkan melalui Tari Turatea. Menurutnya, tarian tersebut menggambarkan karakter masyarakat yang kuat, berani, setia, cepat, dan mampu bekerja sama.

BACA JUGA:  Menteri Tito Karnavian Kenakan Wastra Sutra Gowa Saat Tutup Rangkaian Acara 46 Tahun Dekranas

Elfrida juga mengajak peserta mengingat kembali sejarah lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945 sebagai tonggak penting perjalanan bangsa. Ia berharap nilai-nilai Pancasila terus dijaga dan diwariskan agar tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, akademisi Jeneponto Sampara Halik mengulas filosofi lima sila Pancasila dan menilai masyarakat Jeneponto sejatinya telah mempraktikkan nilai-nilai tersebut melalui budaya gotong royong, saling membantu, dan menjaga persatuan.

Ia berharap pemahaman masyarakat terhadap isi Pancasila semakin kuat sehingga menjadi pedoman dalam menciptakan kehidupan yang harmonis.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari itu berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Selain diskusi mengenai ideologi Pancasila, acara juga dimeriahkan dengan pementasan tari dan musik yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal Jeneponto.(*)

Leave a Reply