MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Fauzi Andi Wawo, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendampingan terhadap konstituen melalui program Kartu Keluarga (KK) Binaan.
Komitmen tersebut disampaikan Fauzi saat melaksanakan kegiatan Pengawasan APBD Provinsi Sulawesi Selatan di Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Minggu (11/10/2026).
Fauzi yang juga menjabat Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Makassar mengatakan, pihaknya menargetkan pembentukan 25.000 KK binaan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Makassar.
“Target kami di PKB Kota Makassar ini akan punya 25 ribu KK binaan di seluruh Kota Makassar,” ungkap Fauzi.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah merampungkan struktur kepengurusan partai setelah proses periodisasi. Sebagian besar pengurus tingkat kota masih bertahan, sementara sejumlah perubahan dilakukan pada tingkat kecamatan.
Setelah proses tersebut selesai, PKB Makassar akan kembali memperkuat konsolidasi dan melakukan pendataan ulang KK binaan mulai Januari 2027.
Menurut Fauzi, masyarakat yang telah mempercayakan hak politiknya kepada PKB akan mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) sekaligus menjadi bagian dari keluarga binaan yang mendapat perhatian secara berkelanjutan.
“Semua orang yang sudah mempercayakan hak politiknya kepada kami, kami berikan KTA sebagai KK binaan,” jelasnya.
Fauzi menegaskan, pendampingan tersebut tidak sebatas pada hubungan politik, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar keluarga, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.
Dalam bidang pendidikan, ia memastikan anak-anak dari keluarga binaan tetap mendapatkan akses pendidikan. Bagi anak yang terlanjur putus sekolah, PKB akan berupaya membantu melalui program pendidikan kesetaraan untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Kami akan kunjungi keluarga binaan kami. Kami akan pastikan anaknya itu sekolah. Itu yang kami pastikan, tidak boleh ada anak tidak sekolah,” tegasnya.
Selain itu, Fauzi mengatakan fasilitas yang dimiliki PKB Makassar juga dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk warga yang bukan kader maupun anggota partai.
Ia menyebut PKB Makassar memiliki enam unit ambulans yang disiapkan untuk membantu kebutuhan masyarakat. Fasilitas lainnya juga diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Fauzi turut menjelaskan program Peduli Tetangga yang mendorong masyarakat memperhatikan kondisi kesejahteraan keluarga di lingkungan masing-masing, termasuk memastikan data administrasi kependudukan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Ia mengimbau masyarakat yang telah membentuk keluarga sendiri agar mengurus pemisahan kartu keluarga apabila sesuai dengan kondisi administrasi dan tempat tinggal mereka.
“Nanti saya akan bantu operasional agar program Peduli Tetangga ini bisa terlaksana dengan baik. Maksud saya agar masyarakat atau tetangga sesuai desil dan datanya,” ujarnya.
Dengan demikian, data keluarga dapat tercatat lebih akurat untuk mendukung pendataan program pemerintah.
Di sektor ekonomi, PKB Makassar juga memberikan perhatian kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Fauzi menyebut, sebelumnya telah disalurkan lebih dari 100 bantuan peralatan usaha kepada konstituen, mulai dari mesin jahit, mesin kopi, hingga mesin press.
“Kemarin itu ada sekitar seratus lebih bantuan UMKM yang kami turunkan untuk semua konstituen kami,” ungkapnya.
Fauzi menambahkan, sejak menjadi anggota DPRD pada 2019, dirinya berupaya menjaga komunikasi rutin dengan masyarakat melalui pertemuan setiap bulan. Dalam kegiatan tersebut, ia juga menyalurkan bantuan beras kepada warga.
“Alhamdulillah, setiap bulan saya bertemu konstituen saya dan saya turun membagi-bagi beras. Jumlahnya 400 paket setiap bulan. Saya bagi-bagi kepada masyarakat di konstituen saya,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan seluruh kader dan anggota fraksi PKB agar bertanggung jawab terhadap masyarakat yang telah memberikan kepercayaan politik.
“Kalau kau tidak bisa urus mereka, jangan kau ajak untuk memilih kita dan itu sudah ada tanda tangan kesepakatan di Partai,” tegasnya.
Melalui program KK Binaan, Fauzi berharap hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat tidak berhenti setelah pemilihan, tetapi terus terjaga melalui pendampingan dan pelayanan yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan pengawasan APBD tersebut, Fauzi juga membuka ruang dialog dengan warga untuk menyerap aspirasi, mendengarkan kebutuhan masyarakat, serta membahas berbagai persoalan yang dapat diperjuangkan melalui program pemerintah.(*)

Leave a Reply