MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID — Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, drg. Hj. Andi Rachmatika Dewi, akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait kebutuhan penambahan ruang kelas baru dan perbaikan fasilitas SMA Negeri 10 dan SMA Negeri 12 Makassar.
Hal tersebut disampaikan Andi Rachmatika Dewi saat melaksanakan kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah melalui monitoring APBD Provinsi Sulawesi Selatan di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Senin (12/10/2026).
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Andi Rachmatika Dewi yang akrab disapa Cicu melakukan peninjauan ke SMA Negeri 10 Makassar. Pada kesempatan itu, ia juga menerima aspirasi masyarakat yang meminta perhatian terhadap kebutuhan fasilitas pendidikan di SMA Negeri 12 Makassar.
Cicu mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi terkait kebutuhan penambahan ruang kelas baru dan perbaikan fasilitas sekolah, termasuk peluang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat karena saat ini ada memang program refit revitalisasi/rehabilitasi) ruang kelas baru pada tahun 2026 difasilitasi penuh oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)
“Tadi saya ke SMA 10. Kita sudah menyampaikan komunikasi terkait penambahan ruang kelas baru dan perbaikan kelas melalui bantuan dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat terkait kebutuhan SMA Negeri 10 dan SMA Negeri 12 Makassar akan ditindaklanjuti melalui komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait.
“Kami akan bantu komunikasikan beberapa permintaan SMA 10 dan SMA 12. Kami akan follow up untuk perbaikan dan penambahan ruang kelas baru,” katanya.
Menurut Cicu, keterbatasan daya tampung SMA negeri menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya, jumlah lulusan SMP yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA negeri belum seluruhnya dapat tertampung.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki, sekitar 5.000 anak di Sulawesi Selatan belum tertampung di SMA negeri. Khusus Kota Makassar, jumlahnya diperkirakan mencapai 2.000 anak.
“Saya sampaikan kepada bapak dan ibu, jumlah anak SMP lebih banyak sehingga banyak yang tidak tertampung di SMA negeri,” ungkapnya.
Kondisi tersebut, lanjut Cicu, perlu menjadi perhatian bersama agar daya tampung SMA negeri dapat ditingkatkan pada penerimaan peserta didik tahun ajaran baru berikutnya. Dengan begitu, lebih banyak lulusan SMP di Makassar bisa memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di sekolah negeri.
Ia menilai, pembangunan sekolah baru membutuhkan anggaran yang cukup besar. Karena itu, penambahan ruang kelas di sekolah yang sudah ada dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan daya tampung.
“Kalau mau menambah sekolah, agak sulit karena membutuhkan anggaran yang besar. Sehingga seharusnya penambahan ruang kelas baru saja untuk bisa menampung anak-anak kita,” jelasnya.
Cicu berharap, aspirasi masyarakat tersebut dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait, sehingga kebutuhan penambahan ruang kelas dan perbaikan fasilitas pendidikan di SMA Negeri 10 dan SMA Negeri 12 Makassar dapat diperjuangkan.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tampung sekolah negeri pada tahun ajaran baru mendatang sekaligus mengurangi jumlah lulusan SMP yang tidak tertampung di SMA negeri.(*)

Leave a Reply