Ojol Roda Dua Bebas Ganjil-Genap, Legislator Golkar Lukman B Kady: Dikawal hingga 18 September

MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID — Pengemudi ojek online (ojol) roda dua mendapat pengecualian dari pemberlakuan sistem ganjil-genap dalam pembelian BBM di SPBU wilayah Makassar.

Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Lukman B Kady, mengatakan pengecualian tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi pengemudi ojol roda dua yang sebelumnya menyampaikan tuntutan kepada DPRD Sulsel.

Menurut Lukman, pengemudi ojol meminta agar kendaraan roda dua yang digunakan untuk bekerja tidak dibatasi berdasarkan nomor polisi saat membeli BBM di SPBU selama kondisi kelangkaan BBM masih berlangsung.

“Permintaannya adalah tidak membatasi ojol roda dua membeli BBM di SPBU mana pun yang ada di Makassar dalam batasan ganjil-genap. Jadi tidak ada batasan,” kata Lukman.

Lukman menyebut aspirasi tersebut telah dikomunikasikan langsung dengan pihak Pertamina Patra Niaga dan mendapat persetujuan.

DPRD Sulsel, kata dia, juga akan membuat surat tertulis terkait pengecualian tersebut sebagai pegangan bagi para pengemudi ojol. Surat itu akan ditandatangani oleh Ketua Komisi, kemudian dibawa ke Pertamina Patra Niaga untuk turut ditandatangani.

“Surat ini dibuat oleh DPRD, ditandatangani oleh Ketua Komisi, nanti juga akan dibawa ke Patra Niaga untuk ditandatangani juga supaya ada pegangan buat mereka,” ujarnya.

Pengecualian terhadap ojol roda dua tersebut akan dikawal hingga 18 September 2026, selama kebijakan pembatasan BBM akibat kondisi kelangkaan masih diberlakukan.

Lukman menilai pengecualian itu penting karena pengemudi ojol memiliki mobilitas tinggi dan bekerja berdasarkan pesanan masyarakat yang masuk melalui aplikasi.

“Kalau diberlakukan ganjil-genap, mereka kan lagi order. Bayangkan kalau hari ini genap, yang dapat orderan ganjil kemudian habis bensin, kasihan,” katanya.

Ia menegaskan kebijakan pengecualian tersebut khusus bagi ojol roda dua. Kendaraan roda tiga maupun jenis kendaraan lainnya tidak termasuk dalam pengecualian tersebut.

Di sisi lain, Lukman mengungkapkan kondisi antrean BBM di sejumlah SPBU Makassar mulai terurai. Berdasarkan pemantauan langsung yang dilakukannya, antrean kendaraan di sejumlah titik sudah berlangsung lebih normal.

“Tadi pagi saya keliling, dari Rappocini, SPBU samping Coto Amaris, hampir semua antrean sudah terlurai,” ungkapnya.

Meski kondisi mulai membaik, Lukman meminta pemerintah bersama Pertamina Patra Niaga tidak menghentikan pengawasan terhadap distribusi BBM ke seluruh SPBU.

“Mudah-mudahan pihak pemerintah dan Pertamina tidak berhenti untuk tetap mengontrol pendistribusian BBM ke masing-masing SPBU,” ujarnya.

Lukman juga menyoroti fenomena panic buying yang dinilai turut memperparah antrean. Menurutnya, informasi yang beredar dari mulut ke mulut mengenai BBM yang disebut akan habis membuat masyarakat khawatir dan berbondong-bondong mengisi BBM.

“Panic buying ini karena adanya informasi dari mulut ke mulut, BBM mau habis. Jadi orang-orang yang mendengar itu kelabakan dan parkir di SPBU,” katanya.

Ia berharap kondisi distribusi BBM yang mulai normal dapat terus dipertahankan sehingga masyarakat, termasuk pengemudi ojol, dapat kembali beraktivitas tanpa kesulitan mendapatkan BBM.(*)

Leave a Reply