MAKASSAR – Ranu Harapan Islamic School (RHIS) genap berusia sembilan tahun pada 17 Juli 2026. Berawal dari sebuah bangunan sederhana di Jalan Gagak No. 34, Makassar, sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Ranu Prima itu kini berkembang menjadi lembaga pendidikan yang menaungi jenjang SD, SMP, dan SMA serta mulai merambah pendidikan bertaraf internasional.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Ranu Prima, Muhammad Ramli Rahim, mengatakan perjalanan RHIS merupakan bukti bahwa mimpi besar dapat terwujud melalui kerja keras, keikhlasan, dan doa yang tidak pernah putus.
“Ketika RHIS berdiri pada 2017, kami hanya memiliki enam siswa dan fasilitas yang sangat sederhana. Namun sejak awal kami memiliki keyakinan untuk menghadirkan pendidikan Islam yang memadukan akhlak, ilmu pengetahuan, dan teknologi,” ujar Muhammad Ramli Rahim, Jumat (17/7/2026).
Ia menuturkan, selama sembilan tahun RHIS menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan ruang belajar, banjir yang kerap menggenangi sekolah, hingga persoalan listrik. Meski demikian, semangat para guru dan seluruh keluarga besar sekolah tidak pernah surut untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik.
Menurutnya, salah satu titik balik perkembangan RHIS terjadi pada 2024 saat seluruh aktivitas pembelajaran dipindahkan ke gedung baru di Jalan Meranti. Perpindahan tersebut disambut antusias masyarakat sehingga jumlah peserta didik meningkat signifikan dan kuota penerimaan siswa baru terpenuhi lebih awal.
Tak hanya berkembang dari sisi jumlah siswa, RHIS juga mulai menorehkan berbagai prestasi. Salah satunya melalui siswi SMA, Syarifah Atikah Salsabilah, yang berhasil meraih Juara I O2SN cabang renang tingkat Provinsi Sulawesi Selatan serta meraih medali perak dan perunggu pada tingkat nasional.
Memasuki tahun ajaran 2026, RHIS memiliki 143 siswa aktif di jenjang SD, 91 siswa SMP, dan 63 siswa SMA. Karena kapasitas gedung telah maksimal, sekolah membatasi penerimaan peserta didik baru sekaligus menyiapkan pengembangan kampus dengan membeli lahan di samping sekolah.
Selain itu, Yayasan Ranu Prima juga mendirikan Ranu Harapan Islamic International Boarding School (RHIIBS) di Patadang, Desa Damai, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. Kehadiran sekolah berkonsep internasional tersebut menjadi langkah baru RHIS dalam memperluas kontribusi bagi dunia pendidikan Islam.
Muhammad Ramli Rahim menegaskan, di balik berbagai pencapaian tersebut, RHIS tetap memegang teguh komitmen untuk memberikan akses pendidikan kepada seluruh kalangan, termasuk menyediakan bantuan biaya pendidikan hingga 100 persen bagi siswa yatim.
“Kami ingin RHIS menjadi rumah bagi semua anak. Kami tidak hanya ingin melahirkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia, mencintai Al-Qur’an, dan siap menjadi pemimpin umat di masa depan,” tutupnya.(*)

Leave a Reply