MAKASSAR — Legislator NasDem H Mahmud mendapat penghargaan atau award dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan sebagai anggota dewan yang paling banyak menerima aksi unjuk rasa atau demonstrasi.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian kegiatan evaluasi dan refleksi kinerja anggota DPRD Sulsel. Award itu menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai karakter dan aktivitas anggota dewan dalam menjalankan tugas kedewanan.
Ketua BK DPRD Sulsel, drg. Marji Rumpak, M.Kes., mengatakan sejumlah kategori penghargaan diberikan kepada anggota dewan berdasarkan aktivitas mereka dalam menjalankan tugas.
“Anggota DPRD Sulsel yang paling sering demo kami berikan Award kepada pak H. Mahmud dari Fraksi NasDem, sesuai catatan BK beliau selalu terima aspirasi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara untuk kategori anggota DPRD paling rajin mengikuti rapat dan masuk kantor, penghargaan diberikan kepada Mizar Roem. Sementara H Mahmud mendapat penghargaan sebagai anggota dewan yang paling banyak menerima unjuk rasa atau demonstrasi.
“Adapun kategori anggota dewan yang paling kritis dan aktif diberikan kepada Patarai Amir dan Yeni Rahman, ” katanya. Senin (7/9).
H Mahmud mengatakan penghargaan tersebut menjadi refleksi dari sikapnya yang memang selalu membuka ruang dialog bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.
Menurutnya, demonstrasi merupakan salah satu bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang harus diterima dan didengarkan oleh wakil rakyat.
“Memang saya selalu membuka ruang untuk berdialog dengan masyarakat, baik melalui ruang terbuka maupun ruang-ruang lainnya. Ini merupakan bentuk tanggung jawab saya sebagai penyambung lidah masyarakat Sulawesi Selatan,” ujar H Mahmud.
Ia menegaskan, sebagai anggota DPRD, dirinya memiliki tanggung jawab untuk mendengar berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat, termasuk aspirasi yang disuarakan melalui aksi demonstrasi.
H Mahmud menilai perbedaan pandangan maupun kritik yang disampaikan masyarakat merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Karena itu, ruang komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat harus tetap terbuka.
“Jangan alergi terhadap demonstrasi. Bagi saya, yang paling penting adalah bagaimana aspirasi masyarakat bisa kita dengarkan, kemudian kita perjuangkan sesuai dengan kewenangan yang kita miliki,” tegasnya.
Ia pun mengapresiasi penghargaan yang diberikan BK DPRD Sulsel tersebut. Menurutnya, penghargaan itu menjadi motivasi untuk terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat serta menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.(*)

Leave a Reply