Komunikasi Guru dan Pendekatan Kekeluargaan Jadi Kunci Perkembangan Anak di RHIS

MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID – Komitmen Ranu Harapan Islamic School (RHIS) dalam mendidik siswa dengan pendekatan yang humanis dan komunikasi yang baik dengan orang tua mendapat apresiasi dari Andi Nurur Rahma, orang tua Andi Muhammad Yusuf Buchaera.

Menurut Andi Nurur Rahma, RHIS menghadirkan suasana belajar yang berbeda dibandingkan sekolah lain. Ia menilai para guru mampu mendidik siswa dengan penuh kelembutan tanpa mengesampingkan kedisiplinan.

“Masya Allah, saya belum pernah menemukan sekolah seperti RHIS. Guru-gurunya sangat lembut meskipun tetap tegas. Anak-anak merasa nyaman dan memiliki kedekatan dengan guru-gurunya,” ujarnya.

Ia mengaku putranya merupakan anak yang sangat aktif dan sulit untuk duduk tenang. Namun, berkat kesabaran serta perhatian para guru, perkembangan anaknya terlihat sangat signifikan.

“Anak saya termasuk sangat aktif. Tapi guru-guru di sini luar biasa sabar dalam membimbingnya. Mereka terus memberikan semangat dan motivasi setiap hari sehingga perkembangan anak sangat baik,” katanya.

Selain proses pembelajaran di kelas, Andi Nurur Rahma juga mengapresiasi komunikasi yang terjalin antara guru dan orang tua. Menurutnya, para guru tidak hanya memberikan laporan perkembangan anak, tetapi juga terus memotivasi orang tua agar bersama-sama mendampingi proses pendidikan di rumah.

BACA JUGA:  Orang Tua Apresiasi RHIS, Kedisiplinan dan Adab Anak Meningkat serta Berprestasi

“Komunikasi antara guru dan orang tua sangat baik. Kami selalu mendapat informasi perkembangan anak, bahkan guru juga terus memberikan motivasi kepada kami sebagai orang tua agar bisa mendampingi anak dengan baik,” tuturnya.

Andi Nurur Rahma juga mengungkapkan bahwa Pendiri RHIS, Muhammad Ramli Rahim, memiliki kedekatan dengan para siswa. Menurutnya, kehadiran founder di tengah anak-anak menjadi motivasi tersendiri bagi mereka.

“Kalau beliau datang ke sekolah, beliau langsung bermain dan duduk bersama anak-anak. Bahkan pernah memberikan tantangan hafalan, dan yang berhasil langsung diberi hadiah Rp50 ribu. Hal seperti itu membuat anak-anak semakin semangat belajar,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi cara guru menyelesaikan persoalan antarsiswa. Menurutnya, setiap masalah diselesaikan dengan pendekatan kekeluargaan sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di antara para orang tua.

BACA JUGA:  Di Hadapan Orang Tua Siswa, Ketua Yayasan RHIS MRR Ceritakan Perjalanan dari 6 Murid hingga Membeli Hotel untuk Dijadikan Sekolah Tahfidz Qur'an

“Kalau ada anak yang bertengkar atau bermasalah, guru-guru menyelesaikannya secara kekeluargaan. Orang tua dihubungi satu per satu sehingga persoalan bisa diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan masalah baru,” katanya.

Dalam bidang tahfidz, Andi Muhammad Yusuf Buchaera yang kini duduk di kelas V SD telah berhasil menghafal satu juz Al-Qur’an. Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, mengingat putranya memulai pendidikan dasar dengan kemampuan membaca huruf hijaiyah yang masih terbatas akibat pandemi COVID-19.

“Alhamdulillah sekarang hafalannya sudah satu juz. Menurut saya ini pencapaian yang luar biasa karena saat masuk SD, anak saya masih belajar membaca huruf hijaiyah dari dasar akibat masa pandemi,” ujarnya.

Menurut Andi Nurur Rahma, perpaduan antara pendidikan karakter, pembelajaran agama, komunikasi yang erat dengan orang tua, serta pendekatan kekeluargaan yang diterapkan RHIS menjadi alasan dirinya semakin yakin mempercayakan pendidikan putranya di sekolah tersebut. Ia berharap RHIS terus melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, peduli terhadap sesama, dan berprestasi.(*)

Leave a Reply