MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID– Ketua Komisi C DPRD Sulawesi Selatan, Andre Prasetyo Tanta, menyoroti adanya perbedaan data dalam laporan keuangan PT Jamkrida Sulsel saat rapat pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Meski mengapresiasi adanya perbaikan kinerja perusahaan, ia meminta penyajian data keuangan disinkronkan agar tidak menimbulkan kebingungan.
Andre menyampaikan, berdasarkan laporan yang dipaparkan, laba rugi tahun berjalan mengalami perbaikan dari rugi sebesar Rp379 juta menjadi rugi Rp320 juta. Menurutnya, hal itu menunjukkan adanya peningkatan kinerja dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kita apresiasi kinerja Jamkrida. Laba rugi tahun berjalan membaik dari rugi Rp379 juta menjadi rugi Rp320 juta. Artinya, ada perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Andre.
Meski demikian, ia mengaku masih menemukan sejumlah perbedaan antara laporan laba rugi dengan neraca perusahaan. Andre juga mempertanyakan penyampaian mengenai kerugian Jamkrida pada tahun 2024 yang menurutnya tidak menjadi pembahasan pada rapat sebelumnya.
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 pemerintah telah memberikan dukungan kepada Jamkrida untuk menjaga stabilitas aset dan investasi. Karena itu, ia meminta penjelasan yang lebih rinci mengenai kondisi keuangan perusahaan, termasuk penyebab terjadinya kerugian.
Andre juga mencermati laporan bulanan yang menunjukkan kerugian hanya terjadi pada Januari, Mei, dan Juni. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi tingginya biaya operasional, sementara pendapatan perusahaan belum optimal.
Untuk itu, Komisi C DPRD Sulsel meminta agar laporan keuangan Jamkrida disandingkan dengan data yang dimiliki Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan agar seluruh informasi yang disampaikan selaras dan dapat menjadi dasar pembahasan yang lebih akurat.(*)

Leave a Reply