Menembus Hambatan Pasar, Bupati Sidrap Ambil 10 Langkah Taktis Stabilkan Rantai Pasok Telur

SIDRAP, LINGKARNEWS CO.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bergerak cepat menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi telur di tengah dinamika pasar yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Sebagai salah satu sentra peternakan ayam petelur terbesar di Sulawesi Selatan, Sidrap terus memperkuat langkah strategis guna melindungi keberlangsungan usaha peternak rakyat sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, melalui pertemuan koordinasi strategis bersama peternak ayam petelur dan pedagang telur di Baruga Rumah Jabatan Bupati, Kamis malam (4/6/2026).

Pertemuan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, peternak, dan pedagang untuk membahas persoalan yang dihadapi sektor peternakan telur, mulai dari harga pakan, biaya produksi, distribusi antar daerah, hingga fluktuasi harga pasar.

Dalam pemaparannya, Syaharuddin menjelaskan bahwa harga telur sempat berada dalam kondisi relatif stabil selama periode April 2025 hingga April 2026. Namun memasuki Mei hingga Juni 2026, pasar mulai mengalami tekanan.

“Setelah kita pelajari, saya optimistis mulai minggu ini permintaan akan kembali terurai seiring meningkatnya agenda hajatan masyarakat,” ujar Syaharuddin.

BACA JUGA:  Wali Kota Munafri Tekankan Adab dan Etika Siswa Lewat Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal

Ia mengungkapkan terdapat dua faktor utama yang memengaruhi kondisi pasar saat ini, yakni penurunan permintaan pasar dan hambatan administrasi karantina dalam distribusi telur keluar daerahUntuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Sidrap langsung menyiapkan sejumlah langkah taktis di lapangan.
Salah satunya melalui implementasi Program SPPG yang mulai berjalan sejak 2 Juni 2026 dengan kewajiban penggunaan telur dua kali dalam sepekan bagi kelompok sasaran program.

Selain itu, Pemkab juga memperluas jejaring pasar regional. Saat melakukan kunjungan kerja ke Kendari, Bupati mengundang KPPG dan perwakilan pedagang telur dari empat pasar besar untuk menjalin kerja sama langsung dengan peternak Sidrap.

Pemerintah daerah juga menggencarkan kampanye konsumsi telur lokal dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti pesta pernikahan, hajatan, dan kegiatan seremonial lainnya.
Di sisi lain, Syaharuddin menegaskan komitmennya mempercepat proses pengujian produk asal hewan melalui pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Sidrap.

“Saya sudah usulkan adanya Labkesda di Sidrap agar peternak lebih mudah dan tidak perlu lagi ke Makassar untuk pengujian. Targetnya bisa beroperasi Agustus atau September mendatang,” tegasnya.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi dan Wagub Fatmawati Rusdi Ikuti Pelatihan PAKU Integritas 2026 KPK

Pertemuan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Sidrap, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ahmad Dollah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muhammad Fajri Salman, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Haris Alimin, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Fandy Anshary, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dari hasil pertemuan, seluruh pihak menyepakati 10 poin langkah strategis sebagai roadmap penguatan industri telur di Sidrap, yakni:

1.Evaluasi rapat koordinasi secara berkala setiap dua bulan.
2.Membangun sistem koordinasi yang terbuka dan transparan.3.Memperkuat mekanisme rantai pasok agar harga tetap stabil.
4.Mengendalikan produksi untuk mencegah over-supply.
5.Pendataan seluruh peternak aktif dalam basis data terintegrasi.
6.Komitmen bersama berbagi data stok dan harga harian.
7.Penyelesaian operasional Labkesda pada Agustus 2026.
8.Pengembangan industri hilirisasi berupa pabrik tepung telur.
9.Persiapan data sektor peternakan menyambut kunjungan Menteri Bappenas.
10.Optimalisasi program SPHP jagung untuk menjaga ketersediaan pakan murah.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Sidrap menegaskan perannya tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga fasilitator yang hadir menjaga keberlangsungan usaha peternak demi memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.(*)

Leave a Reply