Pendidikan Politik Demokrat Bekali Pelajar, Haidar Majid Dorong Generasi Emas 2045

MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID — DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan membekali pelajar melalui kegiatan pendidikan politik sebagai upaya membangun pemahaman dan kesadaran generasi muda terhadap kehidupan demokrasi.

Sekretaris DPD Demokrat Sulsel, Haidar Majid, mengatakan pendidikan politik penting dilakukan sejak dini agar pelajar memiliki perspektif yang baik mengenai politik, demokrasi, serta peran partai politik dalam proses pengambilan kebijakan.

Menurut Haidar, keberadaan aturan dan instrumen hukum tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya kemauan masyarakat untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Meski rulenya ada, tools-nya ada, instrumennya ada, tetapi kalau tidak ada penyambutan yang baik dari kita semua, maka instrumen undang-undang dan rule itu akan menjadi bacaan saja, menjadi hafalan saja,” kata Haidar. Sabtu (3/10).

Ia menilai, kesadaran dan iklim demokrasi harus mulai dibangun sejak sekarang. Generasi muda, kata dia, akan menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa menuju 2045.

“Iklim ini harus dibangun mulai dari sekarang, tidak bisa ditunda. Karena semakin lama, semakin ke depan, 2045 itu semakin dekat,” ujarnya saat menjadi salah satu narasumber yang dihadiri ratusan pelajar SMA dari berbagai sekolah di Makassar.

Haidar juga mengajak pelajar tidak bersikap apriori terhadap politik. Menurutnya, berbagai kebijakan yang menyangkut kehidupan masyarakat merupakan bagian dari proses politik.

“Jangan apriori terhadap politik. Jangan mengambil jarak yang terlalu jauh dengan politik. Jangan merasa dan memandang bahwa partai politik itu tidak ada gunanya,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Haidar turut memperkenalkan Partai Demokrat, mulai dari alasan pendirian, visi dan misi, platform hingga manifesto partai. Hal itu dilakukan agar pelajar memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai keberadaan partai politik.

“Kenapa Partai Demokrat didirikan, apa visi misi Partai Demokrat itu, apa platform Partai Demokrat itu, dan apa manifesto Partai Demokrat. Sehingga kita punya cara pandang yang sama bahwa ternyata partai politik itu penting,” jelasnya.

Selain pendidikan politik, Haidar mendorong pelajar mengambil peran dalam persoalan lingkungan. Ia mengajak generasi muda memulai kepedulian dari hal-hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjadi contoh di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

“Kalau tidak bisa membersihkan, jangan mengotori. Apalagi kalau bisa membersihkan dan tidak mengotori, itu sungguh luar biasa,” katanya.

Haidar berharap pendidikan politik tersebut dapat membentuk generasi muda yang kritis, memahami kehidupan demokrasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan persoalan sosial.

Menurutnya, generasi yang akan membawa Indonesia menuju 2045 perlu dipersiapkan sejak sekarang melalui pengetahuan, komitmen, perilaku dan tindakan nyata.

“Seluruh kebijakan yang diambil di negara ini diambil dan diproses secara politik,” pungkasnya.(*)

Leave a Reply