Antrean BBM Mengular, Dewan Sulsel Fauzan Guntur Imbau Masyarakat Beli Sesuai Kebutuhan

MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID — Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari FraksiPPP, Ahmad Fauzan Guntur, mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying menyusul kepadatan antrean kendaraan di sejumlah SPBU, khususnya untuk BBM jenis Solar dan Pertalite.

Fauzan mengatakan DPRD Sulsel bersama Pertamina Patra Niaga telah berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan stok BBM di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

“Kami mengimbau masyarakat Sulawesi Selatan untuk tidak melakukan panic buying. Pihak Pertamina Patra Niaga telah berkoordinasi dan memastikan ketersediaan stok di 24 kabupaten/kota. Insyaallah stoknya aman sesuai dengan alokasi masing-masing SPBU,” ujar Fauzan.

Menurutnya, panjangnya antrean tidak selalu menunjukkan bahwa stok BBM di SPBU mengalami kekosongan. Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, stok BBM masih tersedia di sejumlah SPBU yang dipantau.

Namun, kondisi antrean panjang justru memicu kekhawatiran masyarakat. Warga yang awalnya tidak berencana mengisi BBM dalam jumlah banyak akhirnya ikut mengantre karena melihat kendaraan lain memadati SPBU.

“Kami melihat di lapangan, di dua SPBU, stok selalu ada. Tetapi karena terjadi kepanikan, beberapa masyarakat membeli karena khawatir tidak kebagian. Jadi, ketika melihat antrean, masyarakat berbondong-bondong ikut mengantre,” jelasnya.

Fauzan juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) di kabupaten/kota lebih selektif dalam memberikan rekomendasi BBM bersubsidi bagi petani dan nelayan. Rekomendasi harus diberikan sesuai peruntukan dan kebutuhan penerima.

“Untuk OPD yang ada di kabupaten/kota, kami mengimbau agar selektif memberikan rekomendasi kepada petani dan nelayan, sesuai peruntukan dan sesuai kebutuhannya,” katanya.

Selain itu, Fauzan menyoroti kebiasaan sebagian pengemudi truk yang memilih mengisi Solar di Makassar karena menganggap stok di wilayah tersebut lebih aman.

Padahal, menurutnya, selama kondisi normal, kebutuhan BBM di kabupaten tujuan tetap dapat terpenuhi sesuai alokasi yang telah ditetapkan.

“Kami menemukan beberapa truk cenderung merasa lebih aman mengisi di Makassar karena menganggap Makassar banyak stoknya. Padahal, insyaallah di kabupaten tujuan, selama kondisi normal, pasti kebagian,” ujarnya.

Fauzan juga menemukan adanya pengemudi yang membeli Solar menggunakan wadah atau jeriken karena khawatir tidak mendapatkan BBM di daerah tujuan. Bahkan, pembelian yang sebelumnya hanya sekitar 100 liter meningkat hingga 200 liter sesuai alokasi pada barcode.

Karena itu, ia meminta para pengemudi truk dan pihak Organda agar mengisi BBM sesuai kebutuhan seperti kondisi normal dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Untuk teman-teman sopir truk dan teman-teman Organda, kami mengimbau agar mengisi sesuai dengan kebutuhan seperti biasa. Insyaallah Pertamina telah menjamin ketersediaannya,” tegasnya.

Fauzan memastikan DPRD Sulsel akan terus mengawal distribusi BBM bersama Pertamina agar pasokan tetap tersedia dan kepadatan antrean dapat segera diatasi.

“Harapan kami, tidak terjadi lagi antrean, terutama di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.(*)

Leave a Reply