MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID — Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi mengingatkan warga Kelurahan Kalukuang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah melalui monitoring APBD Provinsi Sulawesi Selatan periode 21–23 Agustus 2026. Kelurahan Kalukuang menjadi titik kedua kegiatan pada 23 Agustus 2026.
Dalam pertemuan yang dihadiri lurah atau perwakilan, Babinsa, LPM, tokoh masyarakat dan warga tersebut, Andi Rachmatika Dewi meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan.
Pada kesempatan tersebut Ia menyampaikan bahwa setiap anggota DPRD Sulsel turun ke lapangan untuk melihat atau mengawasi program pemerintah apakah sudah terlaksana dengan baik dalam hal ini tepat sasaran dalam pengelolaannya sesuai kewenangan masing-masing pemerintah.
“Kalau di Makassar proyek sementara terlaksana beberapa titik ruas jalan yang sementara proses perbaikan termasuk jalan Hertasning yang perlu diawasi bersama agar kualitas nya bagus,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Andi Rachmatika Dewi juga mengingatkan kepada warga untuk lebih memperhatikan lingkungan saat musim kemarau yang rawan terjadi kebakaran dan tidak mengulangi kebiasaan membakar sampah yang dianggap sepele dapat memicu kebakaran, terlebih ketika kondisi cuaca panas dan angin kencang.
“Jangan bakar sampah. Yang tadinya kita pikir api kecil, tetapi karena angin dan cuaca panas, akhirnya api bisa membesar dan sulit dikendalikan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan warga untuk memperhatikan penggunaan listrik di rumah. Stop kontak dan sambungan listrik yang digunakan secara berlebihan berpotensi menimbulkan korsleting dan memicu kebakaran.
“Yang paling banyak juga penyebab kebakaran itu memang karena masalah listrik,” katanya.
Andi Rachmatika Dewi menilai kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan permukiman dengan jarak rumah yang berdekatan. Kondisi tersebut dapat membuat api lebih cepat merambat dan menyulitkan proses pemadaman.
Karena itu, ia mengajak masyarakat mengutamakan langkah pencegahan dengan mengurangi berbagai potensi yang dapat memicu kebakaran.
“Lebih baik mengurangi risiko yang bisa menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan daripada kita mencegah kebakaran setelah kejadian,” ujarnya.(*)

Leave a Reply