MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID – Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulawesi Selatan Fatma Wahyuddin menyoroti pemangkasan anggaran pada Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dalam pembahasan KUA-PPAS Perubahan Sulsel 2026.
Fatma menyebut, anggaran Dinas Kesehatan mengalami pengurangan sebesar Rp238 miliar. Sementara anggaran Dinas Pendidikan juga mengalami pemotongan sekitar Rp269 miliar.
Menurut Fatma, pemangkasan tersebut perlu mendapat penjelasan karena pendidikan dan kesehatan merupakan bagian dari pelayanan dasar masyarakat yang menjadi arah kebijakan dalam KUA-PPAS.
“Kalau melihat dua dinas ini dipotong pagunya sampai Rp200 miliar, itu kan tidak sesuai lagi dengan arah kebijakan yang ada di KUA-PPAS, terkait dengan peningkatan akses dan layanan pendidikan dan kesehatan, khusus untuk pelayanan dasar masyarakat,” kata Fatma.
Ia meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memberikan penjelasan mengenai alasan pengurangan anggaran pada kedua dinas tersebut.
“Mohon penjelasannya terkait dengan pengurangan tersebut,” ujarnya.
Fatma menilai, pemangkasan anggaran hingga ratusan miliar rupiah perlu dijelaskan secara rinci agar DPRD dapat memastikan perubahan anggaran tetap sejalan dengan arah kebijakan KUA-PPAS.
Menurutnya, pemerintah daerah juga perlu menjelaskan program dan kegiatan di sektor pendidikan maupun kesehatan yang terdampak akibat pengurangan anggaran tersebut.
Fatma menegaskan, pendidikan dan kesehatan merupakan sektor pelayanan dasar yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, perubahan anggaran pada kedua sektor tersebut harus memiliki dasar dan penjelasan yang jelas.(*)

Leave a Reply