MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID – Anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Esra Lamban, menekankan pentingnya pengelolaan aset daerah secara profesional agar mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Pansus Pembahasan Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di DPRD Sulsel, Senin (3/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Esra secara khusus menyoroti kondisi Pelabuhan Perikanan Palopo dan di luwu yang menurutnya masih membutuhkan banyak pembenahan agar dapat memberikan kontribusi optimal terhadap PAD.
“Ada pelabuhan yang ada di Palopo ini justru kita yang ambil pengelolaannya. Tapi kalau untuk mencari PAD di sana memang sudah harus diperbaiki, karena kondisinya semrawut, akses jalannya juga sudah tidak bagus, termasuk penataan tempat penjualan ikan yang belum tertata,” kata Esra.
Menurutnya, aset daerah yang telah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan harus dikelola secara maksimal dan tidak hanya diambil alih tanpa disertai pengelolaan yang baik.
“Saya pikir pengelolaan aset ini memang harus profesional supaya PAD bisa kita dapatkan. Kalau tidak dikelola dengan baik, tidak mungkin bisa menghasilkan PAD,” tegasnya.
Esra juga menilai keberadaan petugas di lapangan sangat penting untuk memastikan pengelolaan aset berjalan efektif.
“Kalau kita hanya mengambil aset lalu melepas begitu saja, bagaimana PAD-nya? Bagaimana PAD bisa masuk kalau tidak ada penempatan orang kita di sana. Padahal potensinya sangat besar. Tinggal bagaimana dinas mengelolanya,” ujarnya.
Ia berharap Dinas Kelautan dan Perikanan bersama komisi terkait di DPRD Sulsel dapat memberi perhatian serius terhadap pengelolaan aset pelabuhan, sehingga aset daerah yang memiliki potensi besar dapat dioptimalkan untuk meningkatkan PAD sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.(*)

Leave a Reply