Warga BTP Usulkan Penataan Lapangan Jadi Pusat Olahraga dan Kegiatan Sosial, H. Mahmud Siap Koordinasikan

MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID-– Penataan fasilitas umum menjadi ruang olahraga dan kegiatan sosial menjadi salah satu aspirasi yang mencuat dalam Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Ir. H. Mahmud, ST., MM., MSP., MT., di Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.

Dalam dialog, Nur Alam mewakili warga mengusulkan agar lahan fasilitas umum yang ada di kawasan BTP ditata menjadi lapangan olahraga. Menurutnya, keberadaan ruang terbuka tersebut akan menjadi tempat berkumpul warga sekaligus mempererat hubungan sosial di lingkungan perumahan.

“Sebagian besar warga beraktivitas dari pagi sampai sore sehingga jarang bertemu. Kalau ada lapangan olahraga, warga bisa berkumpul setiap akhir pekan untuk berolahraga bersama, senam, maupun kegiatan sosial seperti tabligh akbar. Hubungan antarwarga tentu akan semakin erat,” ujarnya.

Menanggapi usulan tersebut, H. Mahmud menyatakan mendukung penataan fasilitas umum sebagai ruang aktivitas masyarakat. Namun, menurutnya, pembangunan harus diawali dengan penyusunan desain yang matang agar kebutuhan anggaran dapat dihitung secara jelas.

“Yang pertama harus ada desainnya dulu. Seperti apa konsep lapangannya, bagaimana panggungnya, apakah perlu atap dan tribun. Dari situ kita bisa mengetahui berapa anggaran yang dibutuhkan dan apa yang bisa kami kontribusikan,” kata H. Mahmud.

Ia mendorong tokoh masyarakat, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), maupun warga yang memiliki keahlian di bidang arsitektur dan teknik sipil untuk bersama-sama menyusun rancangan pembangunan lapangan tersebut.

Menurut H. Mahmud, jika desain telah tersedia, usulan itu akan lebih mudah diperjuangkan melalui anggaran maupun dikoordinasikan dengan dinas terkait agar dapat diwujudkan sebagai sarana olahraga dan ruang kegiatan masyarakat.

“Kami akan melihat apa yang bisa kami bantu. Kalau desainnya sudah ada, tentu akan lebih mudah diperjuangkan melalui dinas terkait sehingga fasilitas ini benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara warga dan pemerintah dapat menghadirkan fasilitas publik yang representatif, tidak hanya sebagai sarana olahraga, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial yang mampu memperkuat kebersamaan dan silaturahmi masyarakat BTP.(*)

Leave a Reply