MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Sulawesi Selatan merupakan simpul utama kekuatan Partai Golkar di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, ia meminta seluruh kader menjadikan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan sebagai momentum memperkuat konsolidasi dan mengembalikan kejayaan partai.
Dalam sambutannya, Bahlil mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Sulawesi Selatan. Ia mengenang berbagai momen penting yang pernah dilaluinya di Makassar, mulai dari kegiatan organisasi hingga perjuangannya saat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPI) pada 2010.
“Berbicara Partai Golkar di wilayah timur, simpulnya adalah Sulawesi Selatan. Kejayaan Partai Golkar di wilayah timur selalu mengambil contoh dari Sulawesi Selatan,” ujar Bahlil.
Menurutnya, Musda merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat provinsi yang memiliki tiga agenda utama, yakni mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, menyusun program kerja, serta memilih ketua DPD yang baru.
Ia menegaskan, konsolidasi menjadi kunci utama untuk menyatukan seluruh kekuatan partai dalam menghadapi agenda politik ke depan.
Bahlil juga menyoroti pelaksanaan Musda Golkar Sulsel yang kembali digelar di Sulawesi Selatan setelah hampir satu dekade sebelumnya beberapa kali dilaksanakan di Jakarta.
“Musda harus dilakukan di daerah karena menjadi bagian dari forum konsolidasi. Saya minta tidak boleh lagi Musda dilakukan di Jakarta, harus di Sulawesi Selatan,” tegasnya.
Usai Musda tingkat provinsi, Bahlil meminta seluruh DPD kabupaten dan kota segera menggelar Musda, kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan desa.
Menurutnya, kekuatan utama Partai Golkar berada di daerah karena struktur DPD provinsi, DPD kabupaten/kota, hingga kecamatan merupakan organisasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Bahlil juga mengingatkan target besar Partai Golkar sebagaimana diputuskan dalam Musyawarah Nasional, yakni meningkatkan perolehan kursi di DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota pada Pemilu mendatang. Selain itu, seluruh kader diminta tetap solid mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sesuai keputusan partai.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga mengingatkan sejarah lahirnya Partai Golkar sebagai partai yang dibangun atas semangat persatuan bangsa, bukan untuk mewakili satu kelompok tertentu.
Menurutnya, Golkar lahir di tengah dinamika politik Indonesia pada era 1960-an sebagai kekuatan yang menjaga persatuan bangsa dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.
“Partai Golkar tidak dilahirkan oleh satu kelompok masyarakat atau satu golongan tertentu. Golkar lahir atas keinginan seluruh anak bangsa yang ingin menjaga Indonesia tetap berdiri di atas Pancasila,” katanya.
Ia menjelaskan, sejak awal Golkar menjadi rumah besar bagi berbagai elemen bangsa dengan latar belakang organisasi yang beragam.
“Partai Golkar adalah partai yang inklusif, bukan partai yang eksklusif. Semua elemen bangsa bisa berhimpun dan berjuang di dalamnya,” ujar Bahlil.
Ia menegaskan, semangat inklusif itulah yang membuat Golkar mampu bertahan dan terus melahirkan banyak tokoh nasional. Karena itu, ia mengajak seluruh kader menjaga soliditas, memperkuat konsolidasi organisasi, dan bekerja keras agar Partai Golkar kembali menjadi kekuatan politik utama di Sulawesi Selatan sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di kawasan Indonesia Timur.(*)

Leave a Reply