MAKASSAR, LINGKARNEWSCO.ID– Komisi D DPRD Sulsel menyoroti penurunan target pendapatan pada sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam rapat pembahasan APBD Perubahan Sulsel, Jumat (18/9/2026).
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, mengatakan penurunan pendapatan tersebut dipengaruhi kondisi sejumlah sarana pemeriksaan tanah dan batuan mineral yang mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi secara optimal.
Salah satunya laboratorium pemeriksaan batuan mineral yang disebut sudah tidak berfungsi. Selain itu, dari empat unit mesin bor, termasuk mesin bor coring, hanya satu unit yang masih dapat digunakan dan kondisinya sudah tua.
“Laboratoriumnya sekarang rusak semua. Laboratorium untuk batuan mineral itu sekarang tidak berfungsi,” kata Kadir Halid.
Kadir juga menyoroti sejumlah alat pemeriksaan tanah yang tidak mampu menghasilkan pendapatan sesuai target. Mesin pompa sirkulasi yang sebelumnya ditargetkan memberikan pendapatan sekitar Rp150 juta, kini hanya tersisa target sekitar Rp5 juta.
“Termasuk alat pemeriksaan tanah, seperti mesin pompa sirkulasi yang target pendapatannya Rp150 juta, sekarang tinggal Rp5 juta,” ujar Kadir.
Sementara untuk layanan sondir, target pendapatan sebelumnya sekitar Rp250 juta harus dihapus karena hingga saat ini belum terdapat realisasi.
“Sedangkan sondir yang sebelumnya ditargetkan Rp250 juta, tidak ada realisasi sehingga kita hapus,” katanya.
Meski terjadi perubahan pada sisi pendapatan, anggaran program pada sektor tersebut tetap sebesar Rp25,2 miliar.(*)

Leave a Reply