MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Golkar, Vonny Ameliani, mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam mengurai antrean Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya di Kota Makassar.
Menurut Vonny, berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan adanya respons terhadap keluhan masyarakat yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi panjangnya antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Vonny menyampaikan bahwa dirinya telah memantau langsung kondisi di sejumlah SPBU, termasuk SPBU yang berada di Kabupaten Bone. Dari hasil pemantauannya, antrean kendaraan di sejumlah SPBU tidak lagi mengalami kemacetan parah seperti sebelumnya.
“Setelah saya melihat langsung di beberapa SPBU, termasuk di Kabupaten Bone, kondisinya sudah mulai lebih baik. Tidak lagi terjadi kemacetan yang parah seperti sebelumnya,” ujar Vonny Selasa (15/9).
Ia menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari langkah strategis yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama pihak terkait. Menurutnya, masyarakat juga mulai tidak panik karena telah melihat adanya upaya pemerintah dalam menangani persoalan antrean dan ketersediaan BBM.
“Yang kita lihat sekarang masyarakat sudah mulai tidak panik lagi, karena pemerintah provinsi sudah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi persoalan ini,” katanya.
Vonny menyebut kebijakan ganjil-genap yang diterapkan pemerintah merupakan salah satu langkah sementara untuk mengurai kepadatan antrean di SPBU.
“Kita memahami bahwa ganjil-genap ini sifatnya sementara. Tetapi untuk kondisi saat ini, langkah tersebut cukup membantu mengurai antrean. Yang terpenting bagaimana kebutuhan masyarakat terhadap BBM tetap terpenuhi,” jelasnya.
Selain memberikan dukungan terhadap langkah pemerintah daerah, Vonny juga menyampaikan aspirasi masyarakat Sulawesi Selatan kepada pemerintah pusat, khususnya Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Menurutnya, kondisi kelangkaan BBM yang terjadi di Sulsel perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat agar persoalan distribusi dan ketersediaan BBM dapat segera ditangani.
“Kami juga sudah menyampaikan aspirasi masyarakat Sulawesi Selatan kepada pemerintah pusat, dalam hal ini BPH Migas. Kami meminta agar Sulawesi Selatan mendapat perhatian khusus karena persoalan BBM ini sangat dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Vonny berharap koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah pusat, Pertamina, BPH Migas dan seluruh pihak terkait terus diperkuat untuk memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM di Sulawesi Selatan.
“Harapan kita tentu persoalan ini segera teratasi secara menyeluruh. Jangan sampai masyarakat kembali menghadapi antrean panjang. Kita apresiasi langkah pemerintah provinsi, “pungkasnya.(*)

Leave a Reply