Sengketa Tanah Lakkang Caddi Memanas, Emak-emak Datangi Aksi PMII

MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID – Suasana di depan pintu keluar Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (4/8/2026), memanas ketika puluhan emak-emak dari Lakkang Caddi mendatangi belasan kader PMII yang hendak menggelar aksi unjuk rasa. Kehadiran mereka membuat massa PMII menghentikan aksi dan memilih mundur masuk ke area kampus.

Sekitar 20 emak-emak yang datang ke lokasi merupakan bagian dari warga yang sedang menggugat sengketa tanah warisan seluas 24,5 hektare di Lakkang Caddi, Kelurahan Pampang. Gugatan tersebut kini tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Makassar dengan nomor perkara 254/PDT.G/2026/PN Mks.

Menurut pihak ahli waris, proses hukum yang sedang berjalan tidak seharusnya dicampuri oleh pihak-pihak yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan perkara.

Salah seorang ahli waris penggugat, Salma Daeng Ngagi, mengaku menduga aksi yang dilakukan PMII berkaitan dengan upaya pihak tertentu untuk memengaruhi proses sengketa.

“Kami menduga massa tersebut merupakan orang suruhan dari kelompok mafia tanah yang mencoba merebut tanah leluhur kami,” ujar Salma.

Ia meminta agar seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan memberikan ruang kepada majelis hakim untuk memeriksa perkara secara independen.

“Kami harapkan jangan ada pihak yang mencampuri proses gugatan kami. Biarkan majelis hakim menyidangkan tanpa ada campur tangan pihak luar,” katanya.

Saat emak-emak mendatangi lokasi, massa PMII memilih mundur ke dalam Kampus UMI. Peristiwa tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Urip Sumoharjo tersendat karena terjadi pada jam pulang kerja.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PMII terkait tujuan aksi maupun tanggapan atas tudingan yang disampaikan pihak ahli waris.

Karena itu, informasi dalam pemberitaan ini masih berdasarkan keterangan dari pihak penggugat, sementara konfirmasi dari PMII masih ditunggu untuk memenuhi prinsip keberimbangan.(*)

Leave a Reply