WAJO, LINGKARNEWS. CO.ID – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, menunjukkan respons cepat terhadap berbagai keluhan masyarakat saat melaksanakan Reses Masa Persidangan III Tahun Anggaran 2025–2026 di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Soppeng masa reses 22-29 Juli.
Tak menunda aspirasi yang diterimanya, Sufriadi langsung menghubungi pihak PLN setelah warga mengeluhkan listrik yang kerap padam akibat kapasitas trafo yang tidak lagi mampu menampung beban. Langkah cepat tersebut membuahkan hasil, di mana sehari setelah koordinasi dilakukan, petugas PLN turun melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan.
Selama beberapa hari pelaksanaan reses, berbagai persoalan disampaikan masyarakat, mulai dari listrik yang kerap padam, kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram, kebutuhan bantuan rumah ibadah, renovasi sekolah, pembangunan jalan tani, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), dukungan bagi nelayan, hingga persoalan legalitas kawasan hutan produksi.
Menanggapi keluhan listrik, Sufriadi Arif menegaskan dirinya tidak menunggu hingga reses selesai untuk bertindak.
“Begitu saya menerima laporan masyarakat, saya langsung menghubungi pihak PLN. Alhamdulillah, sehari setelah komunikasi itu, petugas langsung turun melakukan pekerjaan di lapangan. Saya ingin setiap aspirasi yang memang bisa diselesaikan dengan cepat, jangan ditunda,” ujar Sufriadi Arif.
Ia menegaskan, reses bukan sekadar agenda mendengar keluhan masyarakat, tetapi harus diikuti dengan langkah nyata.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa reses bukan hanya kegiatan mendengar aspirasi. Setiap persoalan yang bisa segera ditindaklanjuti, saya akan langsung berkoordinasi dengan instansi terkait agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama,” katanya.
Persoalan lain yang menjadi perhatian masyarakat adalah kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram. Menindaklanjuti laporan tersebut, Sufriadi Arif langsung berkoordinasi dengan pihak Pertamina agar melakukan penelusuran terhadap distribusi LPG subsidi di Kabupaten Wajo.
Berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, Sufriadi menilai terdapat sejumlah hal yang perlu didalami terkait distribusi LPG bersubsidi.
“Kalau memang ada persoalan dalam distribusinya, tentu harus dibenahi. Yang paling penting, masyarakat yang berhak harus memperoleh LPG subsidi dengan mudah dan sesuai ketentuan. Karena itu saya minta seluruh data dikumpulkan agar bisa menjadi dasar pembahasan bersama Pertamina,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan jalan tani serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk menunjang produktivitas sektor pertanian.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sufriadi memastikan usulan masyarakat akan diteruskan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Jalan tani dan alsintan merupakan kebutuhan penting bagi petani. Aspirasi ini akan saya teruskan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan agar dapat diproses sesuai kewenangan dan diupayakan masuk dalam program yang tersedia,” ujarnya.
Aspirasi lain yang turut disampaikan masyarakat meliputi bantuan renovasi masjid, rehabilitasi sekolah, dukungan bagi sektor perikanan, serta persoalan legalitas kawasan hutan produksi.
Untuk persoalan tersebut, Sufriadi menawarkan pertemuan antara perwakilan masyarakat dan pemerintah provinsi agar solusi yang diambil dapat memberikan kepastian bagi warga.
Sementara itu, saat melaksanakan reses di Desa Barae, Kabupaten Soppeng, masyarakat mengeluhkan minimnya penerangan jalan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sufriadi Arif mendorong pemasangan lampu jalan berbasis tenaga surya dan mengaku telah berkoordinasi dengan dinas terkait agar usulan tersebut dapat diperjuangkan masuk dalam program Tahun Anggaran 2027.
“Tugas kami tidak berhenti saat reses selesai. Seluruh aspirasi masyarakat akan kami kawal agar dapat dibahas bersama pemerintah dan direalisasikan sesuai skala prioritas serta kemampuan anggaran. Itulah komitmen kami sebagai wakil rakyat,” tutup Sufriadi Arif.(*)

Leave a Reply