Yasir Machmud Resmi Dilantik Wamentan RI Pimpin Pengusaha Tani Indonesia HKTI, Siap Sejahterakan Petani

JAKARTA, LINGKARNEWS CO.ID – Politisi Partai Gerindra, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Dr. H. Yasir Machmud, resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Pengusaha Tani Indonesia Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2026–2031.

Yasir Machmud dilantik langsung oleh Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia yang juga Ketua HKTI Pusat, Dr. Sudaryono, dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HKTI 2026 yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

Rakernas tahun ini mengusung tema “Membangun Kemandirian Pangan Nasional Melalui Penguatan Kelembagaan dan Kewirausahaan Petani Modern” dengan slogan “Pengusaha Tani Kuat, Petani Sejahtera”.

BACA JUGA:  Kawal Aspirasi Masyarakat, Cicu Tegaskan NasDem Bukan Tolak Program Pilah Sampah, Tapi Minta Kesiapan Dimatangkan

Di bawah kepemimpinan Yasir Machmud, Pengusaha Tani Indonesia HKTI berkomitmen memperkuat kelembagaan petani sekaligus mendorong lahirnya pengusaha tani yang modern, mandiri, dan berdaya saing guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Yasir menegaskan organisasinya akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat terwujudnya kemandirian pangan melalui pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi berbasis pertanian.

“Ketahanan pangan merupakan fondasi kedaulatan bangsa. Karena itu, Pengusaha Tani Indonesia HKTI harus hadir sebagai organisasi yang mampu memperkuat kapasitas petani, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta melahirkan wirausaha-wirausaha baru di sektor pertanian. Ketika petani kuat, maka pangan kita akan mandiri dan kesejahteraan rakyat akan semakin meningkat,” ujar Yasir Machmud.

BACA JUGA:  Meity Rahmatia Dorong UMKM Sulsel Naik Kelas Lewat Legalitas Usaha dan Perlindungan Merek

Ia berharap kepengurusan baru Pengusaha Tani Indonesia HKTI dapat menjadi motor penggerak lahirnya inovasi, kolaborasi, dan kewirausahaan di sektor pertanian sehingga mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mewujudkan kesejahteraan petani Indonesia.

Leave a Reply