Panen Melimpah hingga 2 Ton, Petani Kopi Gattareng Barru Apresiasi Perjuangan Bupati Andi Ina 3 Tahun Lalu

BARRU, LINGKARNEWS CO.ID – Keberhasilan petani kopi di Desa Gattareng, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, yang mampu menghasilkan panen hingga dua ton dalam satu musim menjadi bukti nyata berkembangnya sektor perkebunan kopi di wilayah pegunungan tersebut. Capaian itu sekaligus membuat para petani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, yang dinilai memiliki peran besar dalam kebangkitan kopi Gattareng.

Petani kopi muda sekaligus penggerak kelompok tani kopi Gattareng, Andi Maskur Abdullah Ruki, mengungkapkan bahwa perkembangan perkebunan kopi saat ini tidak terlepas dari bantuan bibit kopi yang diperjuangkan Andi Ina ketika masih menjabat Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

“Tanaman kopi yang berumur sekitar tiga tahun tumbuh dengan baik dan sebagian sudah memasuki masa panen. Ini merupakan bantuan yang diperjuangkan Ibu Andi Ina saat masih menjabat Ketua DPRD Sulsel,” ujar Maskur.

Menurutnya, perhatian Andi Ina terhadap pengembangan kopi di Gattareng terus berlanjut hingga kini menjabat sebagai Bupati Barru. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program pengembangan pertanian, pemberdayaan petani, serta penguatan kelembagaan kelompok tani.

Desa Gattareng yang berada pada ketinggian sekitar 800 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut memiliki potensi besar sebagai kawasan pengembangan kopi Arabika. Potensi tersebut kini mulai menunjukkan hasil setelah masyarakat semakin serius mengelola perkebunan kopi sebagai sumber penghasilan.

BACA JUGA:  Melihat Proses Hulling Kopi Tana Toro, Bupati Syaharuddin Apresiasi Upaya Petani Jaga Mutu

“Dulu masyarakat menanam kopi hanya untuk konsumsi sendiri. Sekarang sudah mulai menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi karena masyarakat melihat hasilnya nyata,” kata Maskur.

Ia mengungkapkan, sejumlah petani kini mulai menikmati hasil panen yang menjanjikan. Bahkan ada petani yang berhasil memanen hingga dua ton kopi dalam satu musim. Keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk ikut mengembangkan sektor perkebunan kopi.

Sebagai upaya memperkuat kelembagaan petani, enam kelompok tani dari enam dusun di Desa Gattareng kini tergabung dalam wadah KOGABA (Kopi Gattareng Barru). Nama tersebut diberikan langsung oleh Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari sebagai simbol kebangkitan kopi Gattareng dan semangat membangun ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Nama KOGABA diberikan langsung oleh Ibu Bupati. Beliau berharap kopi Gattareng bisa menjadi identitas baru sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat,” ungkap Maskur.

Tak hanya mendorong peningkatan produksi, Andi Ina juga disebut memberikan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda desa agar terlibat dalam sektor pertanian produktif dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Komisi E DPRD Sulsel Rekomendasikan Disdik Hentikan Surat Pernyataan Pengunduran Diri Ratusan Kepsek SMA/SMK

Saat ini, sekitar 200 hektare lahan potensial masih tersedia untuk pengembangan perkebunan kopi di Gattareng. Masyarakat pun berharap dukungan pemerintah, terutama dalam penyediaan bibit unggul, pendampingan teknis, dan penguatan akses pasar, dapat terus berlanjut.

Sementara itu, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menegaskan bahwa pengembangan kopi Gattareng merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi unggulan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Gattareng memiliki potensi kopi yang sangat besar. Pemerintah daerah akan terus mendukung para petani agar kopi Gattareng semakin berkembang dan mampu menjadi produk unggulan yang membanggakan Kabupaten Barru,” ujar Andi Ina.

Bagi masyarakat Gattareng, perjuangan Andi Ina sejak menjadi Ketua DPRD Sulsel hingga kini menjabat Bupati Barru menjadi bagian penting dari kebangkitan sektor kopi di daerah tersebut. Dari bantuan bibit, pembinaan kelompok tani, hingga lahirnya KOGABA, seluruhnya menjadi fondasi bagi tumbuhnya harapan baru petani kopi.

Kini, kopi Gattareng tidak lagi sekadar tanaman perkebunan, tetapi telah menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa yang menjanjikan masa depan lebih baik bagi masyarakat dan generasi muda Barru.(*)

Leave a Reply