Lantik Pengurus, Ketua Umum Zulhas Minta PAN Sulsel Kerja Keras, Target Tiga Besar di 2029

MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID — Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan meminta seluruh kader PAN Sulawesi Selatan bekerja keras memperkuat konsolidasi dan kerja politik menuju Pemilu 2029.

Pesan tersebut disampaikan Zulhas saat melantik pengurus DPW PAN Sulsel dan DPD PAN di 24 kabupaten/kota di Hotel Claro Makassar, Rabu (7/10/2026).

Zulhas mengatakan momentum menuju Pemilu 2029 harus dimanfaatkan PAN untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kerja di tengah masyarakat.

Menurutnya, PAN memiliki modal untuk berkembang menjadi partai besar. Namun, target tersebut harus diikuti dengan kerja nyata dan tidak lagi menggunakan pola-pola lama.

“Kalau PAN ingin menjadi partai besar, momentum itu adalah sekarang menuju 2029. Lewat 2029, kita akan kehilangan momentum,” kata Zulhas dalam sambutannya.

Ia menegaskan, kader PAN tidak cukup hanya memasang target, tetapi harus bekerja untuk mewujudkannya. Zulhas menargetkan PAN dapat masuk tiga besar pada Pemilu 2029.

“Kita memiliki semua persyaratan untuk menjadi partai besar. Karena itu, masuk tiga besar bukan angan-angan,” ujarnya.

Zulhas juga meminta PAN Sulsel meningkatkan target perolehan kursi DPR RI. Ia bahkan mengoreksi target lima kursi yang disampaikan Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi.

“Tadi berapa targetnya? Lima kursi? Salah, Kahfi. Sulawesi Selatan itu enam kursi,” kata Zulhas.

Selain konsolidasi internal, Zulhas meminta kader PAN membangun hubungan baik dengan partai politik lain, khususnya Partai Gerindra yang menjadi mitra koalisi pemerintah.

“Ada Gerindra yang hadir? Para kader PAN, bertemanlah baik-baik dengan Gerindra. Kita berkoalisi jangka panjang dengan Gerindra,” ujar Zulhas.

Zulhas mengatakan keputusan PAN mendukung pemerintahan Prabowo Subianto didasarkan pada kesamaan nilai dan cita-cita yang diperjuangkan.

“Kita setia kepada perjuangan, bukan kepada orangnya, tetapi kepada nilai dan cita-cita yang kita perjuangkan,” tegasnya.

Ia kemudian menyinggung agenda swasembada pangan yang dinilainya sejalan dengan perjuangan PAN. Menurut Zulhas, ketergantungan terhadap impor pangan tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan petani dan nelayan Indonesia.

“Kenapa harus swasembada pangan? Kita sudah membicarakan hal ini sejak 28 tahun yang lalu. Visi kita sama dengan Pak Prabowo. Karena swasembada pangan adalah kehormatan,” ujarnya.

Zulhas menyebut sejumlah komoditas pangan Indonesia masih mengandalkan impor, seperti beras sekitar 4,5 juta ton pada 2024, gula sekitar 6 juta ton, terigu sekitar 13 juta ton, kedelai sekitar 6 juta ton, dan garam sekitar 3 juta ton.

“Kalau kebutuhan pangan kita terus bergantung pada impor, yang mendapatkan keuntungan adalah petani dari luar negeri. Sementara petani kita tetap miskin,” katanya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kebijakan yang mampu membuat petani dan nelayan Indonesia lebih produktif, mandiri, dan sejahtera.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga meminta kader PAN di Sulsel mendukung pemerintahan gubernur, wali kota, dan bupati.

“Saya meminta seluruh kader partai mendukung gubernur. Jangan tawar-menawar. Sukseskan pemerintahannya. Menjadi pemimpin itu tidak mudah. Memerintah juga tidak mudah,” katanya.

Namun, dukungan tersebut, kata Zulhas, bukan berarti kader harus menutup mata terhadap persoalan yang terjadi. Kritik maupun masukan tetap dapat disampaikan, tetapi melalui komunikasi secara langsung.

“Kalau ada saudara yang memiliki masukan, terutama terkait persoalan hukum atau hal penting lainnya, minta waktu dan sampaikan secara langsung. Jangan berteriak-teriak di koran. Jangan berteriak-teriak di jalan,” tegasnya.

Zulhas juga mengingatkan kader agar menjaga hubungan antarpatai politik.

“Antarpartai politik, kita bersaudara. Kita adalah kolega, saudara-saudara. Bukan musuh,” ujarnya.

Ia meminta kader menjaga soliditas internal PAN dan mengedepankan perdebatan mengenai gagasan serta perjuangan.

“Tidak ada tempat di PAN kalau ada yang ingin berkelahi. Kalau mau bertinju, kita siapkan ring tinju. Tetapi kalau mau berdebat mengenai gagasan dan perjuangan seperti yang saya sampaikan tadi, ayo kita lakukan bersama. Kita tetap satu teman,” katanya.

Kahfi Fokus Perkuat Struktur dan Kaderisasi

Sementara itu, Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi mengatakan konsolidasi kepengurusan PAN di 24 kabupaten/kota telah rampung.

“Alhamdulillah, selama saya dipercaya sebagai Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan hingga hari ini dilantik dan diumumkan secara resmi, kami telah menyelesaikan konsolidasi partai di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, mulai dari Muscab hingga pembentukan PAC,” kata Kahfi.

Setelah pelantikan, Kahfi mengatakan PAN Sulsel akan melanjutkan pembenahan struktur hingga tingkat ranting dan desa.

Ia juga menekankan pentingnya kembali memperkuat kaderisasi di internal PAN.

“Kami juga akan kembali membangkitkan proses kaderisasi di Partai Amanat Nasional yang menurut saya mulai agak kita lupakan. Ini penting untuk menanamkan dan memperkuat ideologi partai kepada seluruh kader PAN,” ujarnya.

Kahfi menyebut sejumlah tokoh baru juga bergabung dengan PAN. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut dinilai menjadi tambahan kekuatan bagi PAN Sulsel dalam menghadapi Pemilu 2029.

Kahfi menyebut PAN saat ini memiliki tiga kursi DPR RI dari Sulsel dan menargetkan lima kursi pada Pemilu 2029.

“Dengan potensi kader yang bergabung pada periode ini, PAN saat ini memiliki tiga kursi DPR RI dari Sulawesi Selatan. Saya yakin, insyaallah ke depan kita bukan hanya menargetkan, tetapi harus mampu meraih lima kursi DPR RI,” kata Kahfi.

Target tersebut dirinci menjadi dua kursi dari dapil Sulsel I, dua kursi dari Sulsel II, dan satu kursi dari Sulsel III.

Untuk tingkat DPRD Sulsel, Kahfi mengakui PAN mengalami penurunan perolehan kursi. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi tanggung jawabnya untuk dibenahi.

“Jujur, di tingkat provinsi kita mengalami penurunan dan hal ini menjadi fokus sekaligus tanggung jawab saya. Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun. Mungkin ini juga menjadi kekurangan saya selama memimpin Partai Amanat Nasional,” ujarnya.

Kahfi optimistis semangat baru, konsolidasi organisasi, dan bergabungnya sejumlah tokoh dapat menjadi modal PAN Sulsel untuk memperkuat kembali struktur dan perolehan politik pada Pemilu 2029.(*)

Leave a Reply