Legislator Golkar Jasrum Minta Pemprov Sulsel Perkuat Dukungan Pertanian di Luwu Raya

LUWU RAYA, LINGKARNEWS CO.ID — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Fraksi Golkar, Jasrum, mendorong pemerintah memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, khususnya melalui pembangunan jalan tani, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penyediaan sumur bor untuk mengantisipasi kekeringan.

Hal itu disampaikan Jasrum setelah melakukan pengawasan di dua titik, yakni Kecamatan Rongkong dan Belopa tanggal 21-23 Agustus . Dalam pengawasan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan langsung dengan aktivitas pertanian.

Menurut Jasrum, salah satu kebutuhan utama petani adalah akses jalan tani yang memadai. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memudahkan mobilisasi hasil pertanian dari lahan menuju lokasi pengumpulan maupun pasar.

“Yang terpenting mereka meminta bagaimana jalan tani ini bisa masuk ke daerahnya untuk mobilisasi hasil paninya mereka. Itu yang terpenting. Kedua, alsintan untuk mendukung proses pertanian dan peningkatan swasembada pangan,” katanya (26/8).

Selain jalan tani dan alsintan, Jasrum menilai penyediaan sumber air menjadi kebutuhan mendesak, terutama menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Ia menyebut sumur bor dapat menjadi salah satu solusi untuk menopang aktivitas pertanian di daerah yang belum memiliki jaringan irigasi memadai.

“Sekarang hampir semua daerah membutuhkan sumur bor untuk menopang pelaksanaan kegiatan pertanian. Kalau itu sudah ada, masyarakat juga lebih aman. Hasil panennya bagus, jalannya bagus, dan ketika musim kemarau airnya bisa terpenuhi,” ujarnya.

Jasrum mengatakan sejumlah wilayah di Luwu Raya, termasuk Kecamatan Rongkong, masih membutuhkan perhatian pemerintah karena kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur pengairan.

Selain persoalan infrastruktur dan air, ia juga mendorong adanya perhatian terhadap penyediaan bibit pertanian yang lebih berkualitas dan bervariasi guna meningkatkan produktivitas petani.

Menurutnya, pembaruan bibit penting dilakukan agar petani tidak terus bergantung pada jenis bibit yang sama dan memiliki pilihan varietas yang lebih sesuai dengan kondisi wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Jasrum juga menyinggung aspirasi masyarakat terkait SMK Negeri 8 Luwu Utara kepala sekolah yang di demo oleh masyarakat.

“Kata masyarakat sekolah tidak terurus dengan baik sehingga perlu dievaluasi,” ungkapnya.

Ia mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Komisi E DPRD Sulsel untuk segera dievaluasi.

Jasrum berharap berbagai aspirasi yang ditemuinya selama melakukan pengawasan dapat menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk dalam upaya memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Luwu Raya.(*)

Leave a Reply