Bupati Sidrap Dorong IP300 dan Modernisasi Pertanian Saat Panen Raya di Desa Botto

Bupati sidrap hadiri panen raya di Desa Botto

SIDRAP, LINGKARNEWS.CO.ID – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menegaskan komitmennya menjadikan Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase, sebagai salah satu sentra pertanian unggulan di Kabupaten Sidrap. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya Musim Tanam (MT) II sekaligus persiapan olah lahan menuju program Intensifikasi Pertanaman (IP) 300, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Anggota DPRD Sidrap Dapil 4 Kasman dan Kartini Bekka, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Kepala Pelaksana BPBD Patriadi, Plt Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Andi Gustianti, perwakilan Bank Sulselbar, Camat Pitu Riase Andi Mukti Ali, Kapolsek Pitu Riase Iptu Sakaria, jajaran Dinas Pertanian Sidrap, kepala desa dan lurah se-Kecamatan Pitu Riase, kepala sekolah, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta sejumlah undangan.

Syaharuddin mengatakan Desa Botto menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian besar dari pemerintah daerah. Selama setahun terakhir, sebanyak 28 kelompok tani telah menerima berbagai bantuan, termasuk 14 kelompok melalui program optimalisasi lahan (oplah) nonrawa. Untuk mengatasi persoalan ketersediaan air saat musim kemarau, Pemkab Sidrap akan menyalurkan bantuan sumur bor listrik kepada kelompok tani. Setiap kelompok direncanakan memperoleh tiga unit sumur bor agar lahan pertanian tetap produktif sepanjang tahun.

“Ke depan tidak ada lagi sawah yang kekurangan air. Pertanian kita akan semakin modern. Petani cukup mengoperasikan mesin menggunakan handphone dengan sistem voucher,” ujar Syaharuddin.

Ia menjelaskan, program cetak sawah seluas 78 hektare yang dimulai pada 2025 belum dapat dimanfaatkan karena terkendala pasokan air. Untuk itu, pemerintah akan melengkapi kawasan tersebut dengan sumur bor dan jaringan listrik sepanjang sekitar satu kilometer. Pada 2026, program cetak sawah kembali dilanjutkan seluas 79 hektare di wilayah Toddang Asa. Selain itu, pemerintah juga mendorong rehabilitasi sawah dengan mengajak petani melaporkan lahan yang tidak lagi produktif agar dapat difungsikan kembali.

BACA JUGA:  Bupati Barru Peduli Warga Sakit di Tengah Dingin Lappa Laona

Menjelang panen, hasil ubinan di Desa Botto menunjukkan potensi produktivitas mencapai 9,5 ton gabah per hektare. Capaian tersebut menjadi modal penting dalam meningkatkan produksi pangan daerah. Sebagai persiapan menuju IP300 atau tiga kali tanam dalam setahun, empat kelompok tani di Desa Botto menerima bantuan rotavator melalui Program PM-AAS untuk mempercepat proses pengolahan lahan.

Syaharuddin juga mendorong penguatan kelembagaan petani melalui pemekaran kelompok tani. Dari 27 kelompok tani yang ada, sebanyak 12 kelompok dinilai memenuhi syarat untuk dimekarkan karena mengelola lahan lebih dari 25 hektare, bahkan ada yang mencapai 81 hektare.

“Pertanian harus menjadi jalan utama meningkatkan kesejahteraan warga Sidrap. Dengan infrastruktur yang baik, air tersedia, alat pertanian modern, dan kelembagaan petani yang kuat, saya optimistis Pitu Riase akan semakin maju dan menjadi lumbung pangan yang lebih produktif,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Syaharuddin juga menyampaikan rasa syukur atas penghargaan dari pemerintah pusat yang menempatkan Sidrap sebagai salah satu daerah terbaik di Pulau Sulawesi. Penghargaan tersebut disertai bantuan sebesar Rp3 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur di wilayah Pallae dan Bola Bulu, Kecamatan Pitu Riase.

BACA JUGA:  Hadapi Kekeringan, Pemkab dan PMI Barru Salurkan Air Bersih Sekaligus Edukasi Warga

Menurutnya, pembangunan di Kecamatan Pitu Riase akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. “Perbaikan infrastruktur jalan terus kita genjot, termasuk di Bila Riase, Barukku, Lombo, Compong, Dengenge-Dengeng hingga Buntu Buangin,” katanya.

Ia menyebutkan, sejak awal menjabat terdapat sekitar 955 kilometer jalan dalam kondisi rusak. Hingga saat ini, sekitar 372 kilometer di antaranya telah berhasil diperbaiki.

“Jalan yang baik akan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Pemkab Sidrap juga terus mengembangkan desa tematik agar setiap wilayah memiliki potensi unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Camat Pitu Riase Andi Mukti Ali melaporkan hamparan sawah di lokasi panen memiliki luas sekitar 508 hektare, dengan sekitar 50 hektare dipanen pada kegiatan tersebut.

“Ini bukti bahwa dengan kerja keras kita bersama, lahan yang luas ini tetap produktif,” ujarnya.

Ia menjelaskan persiapan menuju IP300 juga telah dilakukan pada lahan seluas 40 hektare dan diharapkan menjadi percontohan bagi seluruh hamparan sawah irigasi di kawasan tersebut.

“Hamparan ini adalah sawah irigasi. Airnya ada, lahannya siap. Tinggal bagaimana kita bersama-sama mengoptimalkan menjadi tiga kali tanam dalam setahun,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan IP300 akan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani sekaligus memperkuat kontribusi Sidrap terhadap ketahanan pangan nasional.

Kepala Desa Botto, Jumardin, mengapresiasi kehadiran Bupati Sidrap bersama jajaran dalam kegiatan panen raya tersebut.

“Kehadiran Bapak Bupati menjadi penyemangat bagi kami para petani di Desa Botto untuk terus bekerja, merawat sawah, dan meningkatkan hasil panen,” tuturnya.(*)

Leave a Reply