MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, mempertanyakan progres pembangunan Asrama Mahasiswa Sulsel di Bandung dan Jogja.
Hal itu disampaikan Sufriadi saat rapat bersama Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026).
Sufriadi mengatakan, informasi terkait pembangunan asrama mahasiswa kerap ditanyakan oleh mahasiswa, terlebih dirinya pernah menjadi bagian dari organisasi mahasiswa.
“Mahasiswa karena saya pernah menjadi bagian dari organisasi itu, maka tentu informasi selalu mereka harapkan dari saya. Saya melihat yang Jogja sudah ada proses tender dan sudah kontrak. Nah yang saya pertanyakan ini adalah asrama Bandung,” ujar Sufriadi.
Ia menyebut, pembangunan Asrama Mahasiswa Bandung telah mendapat alokasi anggaran sekitar Rp600 juta. Karena itu, Sufriadi meminta kepastian apakah program tersebut tetap dijalankan.
“Kalau tidak salah itu anggaran yang kita siapkan Rp600 juta. Saya butuh penjelasan, ini dijalankan atau tidak. Karena pertanyaan itu muncul dari mahasiswa,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas SDA CKTR Karlan menjelaskan bahwa pada 2026 telah disiapkan anggaran pembangunan Asrama Mahasiswa Bandung, termasuk untuk perencanaan fisik dan supervisi.
Konsultan perencana juga telah disiapkan. Namun, saat hendak melakukan survei di lokasi, ditemukan kendala terkait status aset.
“Konsultan perencana sudah siap, tetapi pada saat teman-teman konsultan perencana melaksanakan survei di lokasi, ternyata menurut informasi yang kami dapat masih ada sedikit kendala terkait dengan aset. Itu sudah kami koordinasikan dengan bagian aset di PKD, katanya itu belum clear,” jelasnya.
Hingga kini, konsultan perencana masih standby dan belum melaksanakan survei karena persoalan aset tersebut belum tuntas.
“Jadi sampai sekarang konsultannya masih tetap standby, belum melaksanakan survei,” tambahnya.
Sufriadi mengaku sejak awal telah memprediksi adanya kendala tersebut. Sebab, lokasi asrama yang disarankan sebelumnya disebut masih bermasalah terkait sertifikat.
“Saya memang sejak awal memprediksi itu, karena asrama yang disarankan masih bermasalah pada persoalan sertifikat kalau tidak salah di sana,” katanya.
Sementara itu, Sufriadi juga menanyakan progres Asrama Mahasiswa Sulsel di Jogja yang disebut telah memasuki tahap kontrak. Ia meminta penjelasan mengenai durasi pekerjaan yang tercantum dalam kontrak.
Pihak Pemprov Sulsel menjelaskan, pekerjaan pembangunan Asrama Mahasiswa Jogja disepakati berlangsung selama 100 hari.
“100 hari yang kami sepakati dengan teman. Jadi berakhir tanggal 6 Desember,” jelasnya.(*)

Leave a Reply