Esra Lamban Soroti Tapal Batas, Minta Pemprov Segera Selesaikan

MAKASSAR, LINGKARNEWS CO.ID — Anggota Komisi A DPRD Sulawesi Selatan, Esra Lamban, meminta persoalan tapal batas antardaerah segera diselesaikan untuk mencegah munculnya klaim wilayah dan sengketa tanah di kemudian hari.

Esra menilai kejelasan tapal batas menjadi hal penting, khususnya di wilayah yang masih memiliki persoalan batas dan berpotensi menimbulkan klaim dari pihak lain.

Berdasarkan informasi yang diterima, pernah ada pihak yang masuk di salah satu daerah untuk melakukan pengukuran atau penandaan wilayah. Setelah pemerintah melakukan pengecekan, ditemukan adanya indikasi pihak masuk ke wilayah yang dipersoalkan.

“Ini perlu diselesaikan. Kalau tidak diselesaikan, akan jauh lebih berbahaya ke depan jika sudah ada pihak melakukan klaim tanah disuatu daerah perbatasan,” kata Esra Jumat (18/9).

Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditangani secara serius dengan melibatkan pemerintah daerah dan melakukan pengecekan langsung di lapangan. Kepastian titik batas diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih penguasaan wilayah.

Esra juga menyinggung informasi masyarakat mengenai potensi sumber daya alam, termasuk adanya potensi tambang emas, yang disebut berada di kawasan tersebut. Karena itu, ia mendorong pemerintah bersama pihak terkait segera mencari dan menetapkan titik batas secara permanen.

“Kita bersama-sama bagaimana caranya supaya tapal batas antara pemerintah ini kita seriusi. Sekarang sudah ada batas yang dibutuhkan permanen,” ujarnya.

Sementara itu, Pemprov Sulsel menyampaikan bahwa tahun ini ditargetkan penyelesaian empat segmen tapal batas, salah satunya batas Pangkep dengan Bone. Pemprov telah memfasilitasi pertemuan pemerintah daerah terkait, termasuk pertemuan pada 17 September 2026 yang menghasilkan berita kesepakatan.

Namun, penyelesaian tapal batas tidak cukup melalui rapat dan administrasi. Pemprov Sulsel masih akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi faktual di lapangan. “Yang namanya tapal batas, lima kali, berapa kali pun kita rapat, kalau tidak ada penyelesaian di lapangan, tidak akan selesai,” jelasnya.(*)

Leave a Reply