Panen Tetap Melimpah di Tengah El Nino, Maulid Jadi Momentum Syukur Warga Bila Riase Bersama Bupati Syaharuddin

SIDRAP, LINGKARNEWS CO.ID — Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW terasa di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Jumat (11/9/2026) malam.

Tabligh Akbar tingkat desa yang digelar di Jalan Poros Barukku-Compong, tepatnya di Masjid Mujahidin, tersebut diikuti ribuan jamaah.

Kegiatan dihadiri langsung Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama Ketua PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin, jajaran pejabat Pemkab Sidrap, Camat dan Forkopimcam Pitu Riase, kepala desa, kepala sekolah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Sejak sore, Jalan Poros Barukku-Compong telah dipadati warga. Jalan utama desa ditutup sementara dan disulap menjadi panggung utama pelaksanaan tabligh akbar.

Dalam sambutannya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa dan seluruh panitia yang telah sukses menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Syaharuddin kemudian mengaitkan peringatan Maulid dengan keberhasilan masyarakat Bila Riase melewati musim kemarau dan El Nino.

Ia menyebut, di tengah kondisi kekeringan yang berdampak pada sejumlah daerah, masyarakat Bila Riase justru masih dapat menikmati hasil panen.

“Tapi Alhamdulillah di Bila Riase semuanya sudah panen,” ujar Bupati.

Menurutnya, nikmat tersebut harus dibarengi dengan rasa syukur serta peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Kalau ini kita jaga, Insya Allah Bila Riase semakin sejahtera. Masyarakatnya semakin kuat ibadahnya, anak sekolahnya semakin tinggi, dan semakin banyak orang Bila Riase yang bisa beli mobil dan beli emas,” lanjutnya.

Bupati menekankan, hasil pertanian yang melimpah merupakan buah dari kerja keras, tetesan keringat, serta doa orang tua, istri dan anak, baik di rumah maupun di masjid.

“Ini hasil jerih payah kita yang halal. Doa istri, doa anak diijabah. Maka kita harus terus memperkuat keimanan dan kepercayaan diri lewat kegiatan keagamaan,” katanya.

Ia mengaku melihat perubahan positif dalam kebersamaan masyarakat Bila Riase dalam kegiatan keagamaan.

“Dulu di Bila Riase kalau ada acara belum terlalu kompak dengan kegiatan keagamaan. Sekarang Alhamdulillah sudah,” ujarnya.

Syaharuddin mengatakan, selama 1 tahun 8 bulan memimpin Sidrap, dirinya lebih banyak turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat.

“Saya senang sekali. Luar biasa hasil panen kita ini walaupun kemarau El Nino. Sidrap menanam 51.000 hektare, yang berhasil panen 92 persen. Yang gagal hanya 8 persen,” jelasnya.

Ia mencontohkan kondisi di wilayah perbatasan Lagading-Bila Riase, di mana terdapat lahan yang mengalami kegagalan panen, sementara sebagian lainnya berhasil.

Untuk mengantisipasi kondisi serupa pada tahun mendatang, Pemkab Sidrap akan menyiapkan dukungan teknologi pertanian.

“Tahun ini dan tahun depan saya akan persiapkan agar di bagian atas Bila Riase, Bila Riawa, Lagading tidak lagi terdampak kemarau. Kita tahu masalahnya,” tegasnya.

Dari sekitar 51.000 hektare lahan yang ditanami, lahan yang gagal panen disebut sekitar 4.000 hektare lebih. Menurut Syaharuddin, angka tersebut masih jauh lebih baik dibanding sejumlah daerah lain yang mengalami kegagalan panen hingga 80 persen.

“Ini karena kita orang Sidrap bergerak sesuai perintah Allah SWT. Lewat kegiatan Maulid ini adalah momentum luar biasa. Bukan hanya Bila Riase, semua desa di Sidrap sudah melakukan hal yang sama. Kalau ini kita teruskan 5 tahun ke depan, maka Allah SWT betul-betul menurunkan berkah kepada kita semua,” ujarnya.

Syaharuddin juga memaparkan peningkatan produktivitas pertanian Sidrap dalam beberapa tahun terakhir.

“Dulu awal saya jadi Bupati hasil panen kita hanya sekitar 7-8 ton. Tahun 2025 kita kompak, Alhamdulillah panen baru-baru ini rata-rata 10 ton. Itu sama dengan Rp77 juta per hektare. Bandingkan 2024 hasilnya hanya Rp34 juta,” ungkapnya.

Khusus Desa Bila Riase, luas sawah sekitar 420 hektare ditambah cetak sawah baru seluas 140 hektare. Potensi ekonomi dari sektor pertanian tersebut dinilai sangat besar.

“Kalau 420 hektare dikali 10 ton, hasilnya 4,2 juta kilogram. Kalau per hektare Rp77 juta, maka sekali panen hasilnya kurang lebih Rp32 miliar. Kalau dua kali panen jadi Rp64 miliar. Ini hasil kerja keras kita,” jelasnya.

Saat ini, Pemkab Sidrap juga mempersiapkan penerapan Indeks Pertanaman (IP) 300 pada lahan seluas 55 hektare. Targetnya, seluruh 420 hektare lahan sawah di Bila Riase dapat menerapkan IP 300 secara bertahap.

Untuk mengantisipasi kekeringan, Pemkab Sidrap menyiapkan program Jaringan Irigasi Air Tanah di wilayah Lagading dan arah Bila Riawa.

“Anggarannya Rp1,7 miliar per titik, dikali tiga titik jadi Rp5,4 miliar. Kedalaman pengeboran 100 meter, nanti menampung 32 meter kubik. Khusus untuk menangani sawah tadah hujan,” jelasnya.

Selain itu, bantuan cetak sawah di Bila Riase telah mencapai 140 hektare dengan nilai bantuan sekitar Rp4,9 miliar.

Di bidang infrastruktur, Syaharuddin menyebut Jalan Bila Riase-Botto akan mulai dikerjakan pada akhir September 2026. Pembangunan selanjutnya akan disambung tahun depan dari Bendungan menuju Betao Riase.

Tujuh dusun di Tanah Toro dan Betao Riase juga disebut mulai dilakukan penataan.

Sementara di bidang pendidikan, Pemkab Sidrap menyiapkan berbagai program agar anak-anak di daerah tersebut dapat mengenyam pendidikan setinggi mungkin.

“Untuk pendidikan juga kita siapkan semua. Saya mau anak-anak Sidrap semuanya berhasil, dan untuk berhasil harus tinggi sekolahnya,” katanya.

Syaharuddin juga meminta masyarakat ikut menjaga lingkungan dan akses jalan di sekitar kawasan perkebunan.

“Jalan yang punya kebun nanti bersihkan rumputnya, saya akan kasih lampu jalan supaya orang ke Lagading serasa ada di Kota Pangkajene,” pungkasnya.(*)

Leave a Reply