BUPATI, LINGKARNEWS CO.ID– Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menegaskan program pelatihan vokasi di Kabupaten Sidrap harus tepat sasaran, menjawab kebutuhan dunia kerja, serta mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pelatihan tidak boleh berhenti pada pemberian sertifikat, tetapi harus menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, siap bekerja maupun berwirausaha.
Komitmen tersebut disampaikan Syaharuddin saat menerima kunjungan kerja jajaran Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep di Ruang Kerja Bupati Sidrap, Selasa (7/7/2026). Pertemuan itu membahas sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidrap dan BPVP Pangkep dalam pelaksanaan pelatihan vokasi serta program peningkatan produktivitas tenaga kerja guna mencetak sumber daya manusia yang mampu bersaing di dunia kerja.
Syaharuddin meminta peserta pelatihan dipetakan berdasarkan kebutuhan riil daerah sehingga kompetensi yang diberikan benar-benar sesuai dengan peluang kerja yang tersedia. Ia menyebut sektor pertanian, perikanan, peternakan, UMKM, dan industri pengolahan sebagai potensi unggulan yang harus menjadi prioritas pengembangan kompetensi.
“Silakan didata dan dipetakan sesuai kebutuhan daerah kita. Kita punya sektor pertanian, perikanan, peternakan, UMKM, dan industri pengolahan. Arahkan pelatihannya ke sana supaya tepat sasaran,” ujar Syaharuddin.
Ia menegaskan, tujuan akhir pelatihan adalah meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar memberikan materi maupun sertifikat.
“Harapan saya, kegiatan pelatihannya bukan hanya pelatihan. Setelah dilatih, mereka harus bisa langsung bekerja, membuka usaha, dan menambah penghasilan keluarga,” tegasnya.
Untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat, Syaharuddin meminta Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi bersama OPD terkait mengawal seluruh tahapan, mulai dari pendataan peserta, pelaksanaan pelatihan, hingga tindak lanjut setelah pelatihan selesai.
“Kita siapkan tempat, kita siapkan peserta. Target pelatihannya harus jelas, begitu juga tindak lanjutnya, agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pesannya.
Sebagai salah satu contoh pelatihan yang dinilai memiliki peluang kerja nyata, Syaharuddin mengusulkan pelatihan juru parkir.
“Juru parkir itu bagus dan penting. Saya sudah lama ingin membuat kegiatan seperti itu. Kalau sekarang sudah ada Balai Pelatihan Vokasi, silakan dilaksanakan, dengan senang hati,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPVP Pangkep, Ashari Arifuddin, menyatakan pihaknya siap mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sidrap melalui pelatihan berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.
“Kami perlu berkoordinasi dengan tim Bapak, khususnya Dinas Tenaga Kerja, agar data calon peserta sesuai dengan kebutuhan. Tujuannya supaya pelatihan yang kami berikan benar-benar menghasilkan kompetensi yang dibutuhkan,” jelas Ashari.
Ia menjelaskan, BPVP di bawah Kementerian Ketenagakerjaan memiliki tiga balai di Sulawesi Selatan, yakni di Pangkep, Makassar, dan Bantaeng. Ketiganya menyediakan berbagai pelatihan berbasis kompetensi, mulai dari juru parkir, barista, Smart Building, Green Job berbasis solar cell, hingga manajemen usaha dan pemasaran digital bagi pelaku UMKM.
Turut mendampingi Bupati dalam pertemuan tersebut Kepala DPMDPPA Andi Surya Praja Hadiningrat, Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Syahrul Mubarak, Kepala Bagian Kerja Sama Andi Basse, Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Sidrap Supiani, jajaran Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Sidrap, serta undangan lainnya.(*)

Leave a Reply